kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Starlink Dikhawatirkan Bisa Mengancam Bisnis Internet Nasional


Jumat, 22 September 2023 / 09:31 WIB
Starlink Dikhawatirkan Bisa Mengancam Bisnis Internet Nasional
ILUSTRASI. Telkomsat memperoleh Hak Labuh Starlink dari Kominfo. Starlink Dikhawatirkan Bisa Mengancam Bisnis Internet Nasional.


Reporter: Diki Mardiansyah, Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

Wajar saja pelaku usaha lokal was-was dengan Starlink. Pasalnya, tarif internet Starlink ternyata cukup terjangkau. Di Rwanda misalnya, Starlink menyediakan layanan internet berkecepatan 200 Mbps dengan tarif US$ 20 per bulan atau setara Rp 307.500 (acuan kurs Rp 15.375 per dollar AS).

"Keberadaan Starlink juga dapat menimbulkan risiko ketergantungan infrastruktur terhadap pemain global, yang mungkin berdampak pada kedaulatan siber nasional," ungkap Arif, Kamis (21/9).

Makanya, para pemain jasa internet nasional dituntut mengedepankan keunggulan lokal dan terus berinovasi dengan berlandaskan aspek keberlanjutan. Hal ini demi meningkatkan kualitas layanan dan terciptanya tawaran paket internet dengan tarif kompetitif kepada konsumen.

Baca Juga: Sinergi Telkom (TLKM) dan Starlink Elon Musk Bakal Jadi Sentimen Positif

Di sisi lain, pelaku usaha lokal tetap harus terbuka untuk bekerja sama dengan Starlink demi mencapai tujuan layanan internet yang lebih berkualitas. Di atas kertas, kehadiran Starlink dapat mendorong aksesibilitas internet di daerah terpencil yang selama ini sukar dipenuhi oleh pebisnis jasa internet lokal.

"Starlink juga bisa mendorong digitalisasi di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan UMKM di daerah terpencil," imbuh Arif.

Group Head Corporate Communications PT XL Axiata Tbk (EXCL) Retno Wulan menganggap kehadiran Starlink di Indonesia akan memberikan beragam pilihan teknologi yang dapat mendukung para operator untuk dapat menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi, khususnya di beberapa wilayah pelosok Tanah Air melalui penyediaan backhaul.

Baca Juga: Starlink Bakal Ekspansi ke Indonesia, Begini Respons Pelaku Industri Telekomunikasi

Namun, bila Starlink melakukan kegiatan bisnis berupa penyediaan layanan internet secara langsung kepada konsumen akhir atau bersaing dengan operator jasa internet lainnya, maka diperlukan regulasi yang seimbang dari pemerintah.

"Aturan yang kuat bisa menciptakan kerja sama yang adil antara penyelenggara telekomunikasi dan OTT dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat," jelas dia, Kamis (21/9)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×