kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.859
  • SUN90,98 0,00%
  • EMAS612.058 0,33%

Stop impor garam industri 2021, pengusaha minta kepastian pasokan

Jumat, 09 Maret 2018 / 20:25 WIB

Stop impor garam industri 2021, pengusaha minta kepastian pasokan
ILUSTRASI. Pekerja menyortir garam beryodium



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Indonesia akan menghentikan impor garam industri pada 2021.

Menanggapi hal ini, Franky O Widjaja, Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food meminta, sampai target tersebut terealisasikan, bahan baku garam untuk industri tetap tersedia.


Grup Sinar Mas juga memiliki lini bisnis kertas, di mana kertas pun membutuhkan garam industri sebagai bahan baku.

“Swasembada garam tidak terlalu sulit dicapai. Tetapi harus direncanakan dengan baik, dalam masa transisi ini jangan sampai ada kekurangan bahan baku, karena dampaknya bisa sangat besar,” ujar Franky, Jumat (9/3).

Menurut Franky, dibutuhkan persiapan yang sangat matang untuk mencapai swasembada garam. Harus ada lahan yang tersedia dan industri juga harus ada yang bersedia berinvestasi.

“Sampai saat ini sudah ada yang berinvestasi. Tetapi apakah sudah sesuai dengan yang ditetapkan, kita tidak tahu. Kalau sampai 2020 belum tersedia lahan, pasti akan ditunda. Itu yang tidak mudah,” ujar Franky.

Sementara itu, saat ini Franky pun mengaku industri kertas kerap kekurangan garam industri meski industri masih bisa mengatasi hal tersebut. Dia berharap, pemerintah memberikan jalan keluar terbaik sehingga permasalahan ini dapat berakhir.

Dia pun mengatakan, bila bahan baku seperti garam industri tidak terpenuhi, maka ada kemungkinan perusahaan akan menghentikan produksi mereka.

Sementara itu, Luhut mengatakan dalam dua tahun ke depan pemerintah akan menyelesaikan 30.000 ha lahan untuk garam industri. Dia bilang, lahan tersebut berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Lahan yang di NTT selama ini tidak pernah kita sentuh. Masalah tanah ternyata tidak jadi masalah. Sekarang sudah ada 5.000 ha lebih yang sudah mulai jalan,” tutur Luhut.


Reporter: Lidya Yuniartha
Editor: Yudho Winarto

GARAM

Tag
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0030 || diagnostic_api_kanan = 0.0652 || diagnostic_web = 0.3328

Close [X]
×