kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Strategi Dirut Baru Garuda Fokus Benahi Armada dan Efisiensi


Sabtu, 15 November 2025 / 10:49 WIB
Strategi Dirut Baru Garuda Fokus Benahi Armada dan Efisiensi
ILUSTRASI. Garuda Indonesia telah berhasil menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (12/11/2025)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Garuda Indonesia memilih menekan pedal rem ekspansi. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, memastikan perseroan menunda rencana penambahan tiga pesawat baru dan fokus pada perbaikan armada yang sudah ada.

Glenny menjelaskan, Garuda sebelumnya meneken MoU pemesanan empat pesawat. Namun, baru satu unit yang telah dibayarkan uang muka, sementara tiga pesawat lainnya resmi ditunda. 

“MoU ada empat pesawat, baru satu yang bayaruang muka (DP). Tiga sisanya kami tunda dulu, karena prioritasnya perbaikan armada,” ujar Glenny dalam keterangannya tertulisnya dikutip, Sabtu (15/11/2025).

Baca Juga: Danantara Targetkan Pesawat Grounded Garuda Indonesia Kembali Beroperasi Tahun Depan

Langkah ini mempertegas konsistensi Garuda dalam menjalankan agenda pemulihan pasca restrukturisasi, termasuk dukungan penyelamatan dari pemerintah dan BPI Danantara. Meski Danantara menyetujui suntikan modal Rp 23,67 triliun, Glenny menegaskan manajemen tetap berhati-hati. 

Menurut lulusan LPPU Curug yang pernah menjadi penerbang TNI AD ini, pembenahan operasional menjadi kunci mengurangi beban biaya. “Kalau tidak diperbaiki, biaya tetap jalan terus,” kata Glenny. Dia memperkirakan pemulihan penuh Garuda membutuhkan waktu dua tahun hingga perseroan kembali membukukan laba.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menambahkan seluruh rencana ekspansi tengah dikaji ulang.

Dengan adanya posisi baru Direktur Transformasi yang kini dijabat Neil Raymond Mills, evaluasi armada dan jaringan rute akan dilakukan lebih ketat. “Bukan dibatalkan, tapi sebagian akan kami tunda sampai analisisnya final,” jelas Thomas.

Baca Juga: Pasca Injeksi Modal Jumbo, Ini Target Danantara untuk Garuda Indonesia (GIAA)

Keputusan menahan ekspansi menjadi sinyal kuat arah baru Garuda di bawah komando Glenny Kairupan: mengamankan stabilitas dan efisiensi sebelum kembali memperluas sayap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×