kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Strategi industri alat berat pada 2020 di tengah kelesuan bisnis tambang batubara


Minggu, 29 Desember 2019 / 15:28 WIB
Strategi industri alat berat pada 2020 di tengah kelesuan bisnis tambang batubara
ILUSTRASI. Produksi Alat Berat: Alat berat di tempat penyimpanan di Surabaya, beberapa waktu lalu. Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) memproyeksikan produksi alat berat sampai akhir tahun berada pada level 7.000 unit saja, lebih rendah dibandingkan tahun lalu ya


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli

Adapun, Eddy Rodianto, Direktur PT Intraco Penta Tbk (INTA) mengharapkan bisnis alat berat bisa lebih stabil di tahun 2020. Perseroan belum ingin berspekulasi untuk target penjualan alat berat di tahun depan, mengingat kondisi pasar belum pulih.

Apalagi hingga kuartal-III 2019, INTA menjual 495 unit alat berat. Sebanyak 166 unit diantaranya merupakan alat berat pertambangan atau 33,5% dari total penjualan masih berasal dari sektor pertambangan.

Baca Juga: Mind Id fokus selesaikan proyek hilirisasi tambang yang ada

Pada periode yang sama tahun 2018 sebenarnya volume penjualan alat berat INTA mencapai 722 unit dan 299 unit diantaranya (41,4%) merupakan alat berat sektor pertambangan. Artinya, penjualan alat berat INTA turun 31,44% yoy di kuartal-III 2019 itu.

"Untuk itu kami harus diversifikasi pasar alat beratnya, seperti sektor tambang tidak hanya batu bara, tapi juga nikel dan mineral lain. Begitu pula dengan sektor agri dan konstruksi diharapkan dapat menyerap alat berat," sebut Eddy ditemui usai paparan publik perseroan, Jumat (27/12).

Tahun 2020 memang diperkirakan berat, setidaknya sampai 2021 industri alat berat diperkirakan dapat mengerek penjualannya.

Baca Juga: Proyeksi analis terhadap pergerakan IHSG pada akhir 2019

Dimana kata Eddy rencana pembangunan ibu kota baru di Kalimantan diperkirakan bakal direalisasi di 2021, maka alat berat dapat kesempatan memperkuat penyerapan di bidang konstruksi dan infrastruktur.




TERBARU

[X]
×