kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Strategi industri alat berat pada 2020 di tengah kelesuan bisnis tambang batubara


Minggu, 29 Desember 2019 / 15:28 WIB
Strategi industri alat berat pada 2020 di tengah kelesuan bisnis tambang batubara
ILUSTRASI. Produksi Alat Berat: Alat berat di tempat penyimpanan di Surabaya, beberapa waktu lalu. Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) memproyeksikan produksi alat berat sampai akhir tahun berada pada level 7.000 unit saja, lebih rendah dibandingkan tahun lalu ya


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli

Hal senada juga diutarakan Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR) dimana alat berat berpeluang mengisi sektor bisnis tersebut.

"Jika pemindahan ibukota melibatkan banyak aktivitas, tentu membutuhkan sejumlah alat berat. Dan persiapannya kan berjalan bertahap, jadi belum tentu kebutuhan alatnya mendadak sontak langsung tinggi," sebutnya kepada Kontan.co.id, Jumat (27/12).

Baca Juga: Kemendagri sebut belum terima surat pengunduran diri Wakil Bupati Nduga

Mengenai target sampai tahun depan, manajemen UNTR belum dapat memberikan detailnya.

Yang jelas di bulan November 2019 menjual alat berat merek Komatsu sebanyak 109 unit atau menurun 34,3% dari penjualan periode Oktober 2019 yang mencapai 166 unit, serta turun 48% dibandingkan dengan penjualan periode November 2018 yang mencapai 321 unit alat berat.

Melansir dari laporan bulanan UNTR, dari 109 unit alat berat yang terjual, 62 unit atau 57% diantaranya merupakan serapan dari sektor konstruksi, sebanyak 41 unit atau 38% merupakan penjualan ke sektor pertambangan, dan 5% sisanya merupakan penjualan ke sektor agribisnis.

Baca Juga: Lima fitur baru WhatsApp akan hadir tahun depan, apa saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×