kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Strategi Sinar Mas Agro (SMAR) mengekspor produk CPO


Rabu, 06 Januari 2021 / 12:04 WIB
Strategi Sinar Mas Agro (SMAR) mengekspor produk CPO
ILUSTRASI. Sinar Mas Agro meyakini tren kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO) akan berdampak positif terhadap kelangsungan bisnisnya.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) meyakini tren kenaikan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) akan berdampak positif terhadap kelangsungan bisnisnya.

SMAR juga memiliki strategi tersendiri untuk mengekspor produk CPO di tengah tren kenaikan harga komoditas tersebut.

Kendati tidak disebut secara rinci, Investor Relations SMAR Pinta S. Chandra mengatakan, kenaikan harga CPO sudah memberi dampak positif berupa peningkatan nilai penjualan SMAR secara keseluruhan per kuartal III-2020.

Padahal, dari sisi volume, penjualan CPO SMAR sebenarnya menurun seiring turunnya produksi komoditas tersebut.

Baca Juga: Musim Mas raih 8 penghargaan proper hijau pada 2020

Pinta juga menyebut, porsi penjualan ekspor SMAR sedikit mengalami penurunan karena pasokan yang terbatas. “Ini karena produksi CPO pada periode berjalan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebagai dampak dari kekeringan yang terjadi pada pertengahan tahun 2019,” ujar dia, Selasa (5/1).

SMAR sendiri mengekspor produk CPO berbagai negara, terutama India dan China. Perusahaan ini optimistis permintaan ekspor CPO secara jangka panjang akan tetap baik. Hal ini didukung oleh fundamental yang kuat serta pemakaian CPO yang tinggi dan harga yang kompetitif dibandingkan minyak nabati lainnya.

Lebih lanjut, Pinta menjelaskan, SMAR telah mengirim produk-produknya, baik CPO maupun produk rafinasi ke lebih dari 70 negara dengan fokus utama di pasar negara berkembang.

Baca Juga: Begini kata emiten sawit terkait penyesuaian tarif pungutan ekspor

“Kami akan terus berupaya meningkatkan cakupan pasar di negara-negara tersebut melalui kustomisasi produk untuk memenuhi permintaan pelanggan atas produk-produk dengan nilai tambah,” imbuh dia.

Terkait proyeksi produksi dan penjualan CPO SMAR di tahun 2021, Pinta bilang bahwa hal itu masih dalam proses pembahasan secara internal. Yang pasti, manajemen SMAR menilai bahwa kondisi cuaca menjadi faktor utama yang akan mempengaruhi proses produksi CPO.

Menurut Pinta, kondisi cuaca kering yang terjadi pada pertengahan tahun 2019 telah mempengaruhi produksi kebun SMAR pada periode Januari—September 2020. Alhasil, output produksi sawit perusahaan ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami berharap produksi kebun dapat kembali normal di tahun 2021,” tandasnya.

Selanjutnya: Sinar Mas Agro Resources (SMAR) Optimistis Permintaan Minyak Sawit Naik di 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×