kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SUGI akan mengeksplorasi blok MNK Selat Panjang


Kamis, 16 Agustus 2018 / 14:23 WIB
ILUSTRASI. RUPST PT Sugih Energy Tbk (SUGI)


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sugih Energy Tbk berencana mengeksplorasi Blok Minyak dan Gas Non Konvensional (MNK) Selat Panjang di wilayah Riau. Mereka menargetkan akhir tahun depan mulai mengebor dengan biaya investasi US$ 8 juta per sumur.

Selama ini, Sugih Energy belum sempat mengelola Blok MNK Selat Panjang. "Begitu ada dana masuk, kami targetkan dalam waktu sebulan atau dua bulan ini dapat memulai eksplorasi," kata Dindot Soebandrio, Direktur PT Sugih Energyh Energy Tbk, usai rapat umum pemegang saham (RUPS), Rabu (15/8).

Sebelum mengeksplorasi, Sugih Energy akan melakukan studi lingkungan. Perusahaan yang tercatat dengan kode saham SUGI di Bursa Efek Indonesia tersebut melakukan survei seismik dan membuat sumur.

Selain rencana eksplorasi Blok MNK Selat Panjang, Sugih Energy berniat mengajukan proposal pengelolaan Blok Konvensional Selat Panjang kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mereka berharap, bisa kembali mengelola blok yang dinyatakan pailit sejak tahun 2017.

Kementerian ESDM bakal melelang Blok Konvensional Selat Panjang. "Kami akan coba meminta kebijakan pemerintah, berusaha mengembalikan produksi seperti semula. Oleh karena itu, PR (pekerjaan rumah) kami saat ini untuk meningkatkan produksi kembali," beber Dindot.

Aksi korporasi tersebut tentu membutuhkan dana. Makanya, sambil jalan Sugih Energi mencari suntikan dana. Sejauh ini, belum jelas sumber pendanaan yang dipilih.
Sementara tahun ini, Sugih Energy mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 5 juta. Capex itu akan digunakan untuk membiayai eksplorasi blok migas.

Pasca Blok Konvensional Selat Panjang dinyatakan pailit, praktis Sugih Energy hanya mengandalkan Blok Lemang. Produksi Blok Lemang kini rata-rata sudah mencapai 300 barel oil per day (bpod). Sugih Energy menjual hasil produksi blok tersebut tersebut kepada PT Pertamina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×