kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Suplai Beras Bertambah 1,2 Juta Ton Akibat Panen Raya di Daerah


Senin, 25 Januari 2010 / 16:53 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Stok beras nasional saat ini diperkirakan mencapai 6,3 juta ton setelah adanya adanya penambahan suplai sebanyak 1,2 juta dari panen pada bulan Januari ini. Kondisi stok yang ada itu hanya cukup untuk kebutuhan beras nasional selama 2,37 bulan dengan hitungan konsumsi nasional 2.655.179 ton perbulan

"Sehingga tidak perklu dikhawatirkan dan tidak perlu ada kenaikan harga," kata Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu usai rapat kerja di DPR. (25/1). Mari bilang, gencarnya pemberitaan kenaikan harga beras dunia tidak serta-merta membuat suplai beras berukurang atau alami kenaikan harga. Keyakinan Mari itu disampaikan setelah melihat langsung panen raya yang terjadi di Kudus akhir pekan lalu.

"Kami sudah verifikasi kondisi langsung di lokasi soal ketersediaan pasokan beras," jelas Mari. Keyakinan Menteri Perdagangan itu juga menempis keraguan kekurangan suplai beras yang masuk ke pasar Cipinang pekan lalu. Pasalnya, sejumlah pedagang mengaku kekurangan pasokan beras dari daerah.

"Biasanya pasokan beras ke pasar Cipinang mencapai 3000 ton perhari, namun belakangan ini masuk 2000 ton saja," kata Rusdi Syah, salah seorang pedagang beras di Pasar Cipinang. Ia bilang, pasokan beras dari Jawa Barat mengalami penurunan karena daerah yang paling dekat dari Jakarta itu mengalami keterlambatan musim tanam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×