kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Supreme Energy gelar tender PLTP Muara Laboh


Senin, 19 Januari 2015 / 08:40 WIB
ILUSTRASI. Emiten terafiliasi Grup Bakrie telah melaporkan kinerja keuangan periode semester pertama 2023. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

JAKARTA. Pengembang energi panas bumi PT Supreme Energi tengah menggelar tender engineering, procurement and construction (EPC) untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Muara Laboh, Aceh. Saat ini ada tiga peserta tender yang lolos di tahap prakualifikasi.

Semula, tiga peserta yang lolos itu mengikuti tender bersama 18 peserta lain.  Pekan ini, ketiga peserta tender tersebut yang lolos prakualifikasi itu akan melakukan tahap penjelasan awal sebelum pekerjaan atau tender yang dilakukan atau aanwijsing agar bisa melakukan peninjauan ke lapangan.  Sayang, manajemen perusahaan itu enggan mengungkapkan identitas peserta tender tersebut. Termasuk, nilai proyek EPC Muara Laboh. 

Manager of Business Relations Supreme Energi Muara Laboh Ismoyo Argo hanya menggambarkan, secara umum biaya investasi untuk membangun PLTP berkapasitas 1 megawatt (MW) adalah sekitar US$ 2 juta. Dengan demikian jika Supreme Energi berencana membikin PLTP Muara Laboh berkapasitas 70 MW, perusahaan itu harus mengucurkan dana US$ 140 juta. "Itu tahap awal. Untuk selanjutnya kami menargetkan bisa sampai 2 x 110 MW,"  ujarnya kepada KONTAN, Minggu (18/1). 

Bersamaan dengan proses tender yang sedang berlangsung, perusahaan tersebut juga merenegosiasi harga jual listrik PLTP Muara Laboh. Supreme Energi berpegang pada Peraturan Menteri nomor 17/2014 yang memungkinkan pengembang energi panas bumi melakukan negosiasi tariff jual listrik. Bila proses tender dan renegosiasi lancar, rencananya pembangunan PLTP dimulai pada akhir tahun 2015. Lalu target produksi listrik pada pertengahan 2018.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×