kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Surya Pertiwi (SPTO) alokasikan capex Rp 50 miliar tahun ini


Kamis, 27 Mei 2021 / 18:24 WIB
Surya Pertiwi (SPTO) alokasikan capex Rp 50 miliar tahun ini
ILUSTRASI. Aktivitas pabrik Surya Pertiwi (SPTO)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

SPTO membukukan laba bersih sebesar Rp 114,98 miliar atau turun 44,89% yoy. Pada tahun 2019 laba bersih SPTO mencapai Rp 208,67 miliar. Irene mengungkapkan penurunan ini terjadi akibat penurunan pendapatan.

Sementara itu, Corporate Secretary SPTO Irene Hamidjaja mengungkapkan kas dan setara kas pada tahun 2020 meningkat sebesar 46,44% yoy dimana pada tahun lalu mencapai Rp 217,89 miliar. Pada tahun 2019 lalu, besaran kas dan setara kas SPTO mencapai Rp 148,78 miliar. Raihan ini disebut Irene ditopang oleh kolektibilitas piutang yang lebih baik dari yang diharapkan serta sistem manajemen persediaan yang diklaim lebih baik.

 

Adapun, memasuki tahu 2021 manajemen SPTO optimistis bakal terjadi pemulihan kinerja. Hal ini tercermin dari raihan pendapatan kuartal I 2021 yang diklaim meningkat sekitar 3% year on year (yoy). "Akan tetapi tetap waspada karena pandemi masih ada," kata Irene.

Adhi melanjutkan, pada tahun 2020 lalu, penurunan kinerja paling terasa pada kuartal II dimana banyak dealer yang harus menutup toko sehingga berimbas ke pendapatan perusahaan. "Beberapa proyek juga mengundurkan pembangunan karena aktivitas sektor properti juga minimal," pungkas Adhi. 

Selanjutnya: Surya Toto Indonesia (TOTO) siapkan Rp 400 miliar untuk renovasi pabrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×