kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.974   -39,00   -0,22%
  • IDX 5.875   130,07   2,26%
  • KOMPAS100 765   20,90   2,81%
  • LQ45 582   16,32   2,89%
  • ISSI 203   4,15   2,08%
  • IDX30 329   8,62   2,69%
  • IDXHIDIV20 406   11,16   2,83%
  • IDX80 87   2,32   2,74%
  • IDXV30 110   2,58   2,40%
  • IDXQ30 106   3,11   3,01%

Tahun ini, Adaro Energy (ADRO) perkuat potensi bisnis yang ada


Selasa, 04 Februari 2020 / 19:56 WIB
ILUSTRASI. Adaro Energy memilih untuk memaksimalkan potensi tambang yang dimiliki


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

Terkait produksi batubara, ADRO belum mengumumkan target produksi pada tahun ini. Per akhir kuartal tiga tahun lalu, produksi batubara ADRO naik 13% (yoy) menjadi 44,13 juta ton. Sedangkan target produksi batubara perusahaan di tahun kemarin berada di kisaran 54 juta—56 juta ton.

Meski tidak ada rencana akuisisi, ADRO tetap fokus pada pengembangan bisnis pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dikelola PT Adaro Power.

Salah satu proyek PLTU perusahaan, yakni PLTU Tanjung Power Indonesia kini sudah mulai beroperasi secara komersial. PLTU tersebut berkapasitas 2x100 megawatt (MW) dan akan mengalirkan listrik di kawasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Toba Bara dan Indika Energy belum agendakan akuisisi tambang baru di tahun ini

Sementara itu, proyek PLTU Bhimasena Power Indonesia ditargetkan manajemen ADRO akan selesai dan beroperasi pada tahun ini. “Kegiatan PLTU Bhimasena Power Indonesia telah mencapai tingkat penyelesaian sekitar 87% per akhir September 2019,” imbuh Febriati.

PLTU tersebut berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah dan memiliki kapasitas listrik sebesar 2x1.000 MW.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×