kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.564   1,00   0,01%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Tekan Impor, Menteri Bahlil Akan Menaikkan Lifting Minyak Indonesia


Minggu, 15 Desember 2024 / 05:41 WIB
Tekan Impor, Menteri Bahlil Akan Menaikkan Lifting Minyak Indonesia
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan impor minyak untuk memperkuat ketahanan energi


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BALIKPAPAN. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan impor minyak untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengoptimalisasi produksi minyak nasional.

Menurut Bahlil, impor minyak harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengoptimalkan potensi sumber daya dalam negeri.

“Kita harus memastikan bahwa impor dilakukan dengan hati-hati. Selama masih ada potensi dalam negeri, maka kita harus mengoptimalkannya,” kata Bahlil dalam kunjungannya di RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (14/12).   

Baca Juga: Menteri ESDM Minta Proyek RDMP Balikpapan Dirampungkan Lebih Cepat dari Jadwal

Bahlil juga menyoroti dinamika harga minyak dunia yang fluktuatif akibat gejolak geopolitik seperti konflik Rusia-Ukraina.

“Harga minyak sekarang naik turun. Beberapa negara mungkin mendapatkan diskon, tapi ada yang tidak. Ini menuntut kita untuk terus menyesuaikan dengan perkembangan global dan kondisi domestik,” jelasnya.

Bahlil mengungkapkan, kebutuhan minyak di dalam negeri mencapai 1,4 juta hingga 1,5 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru mencapai 500.000 hingga 600.000 barel per hari. Selisih tersebut masih harus dipenuhi melalui impor. Untuk itu, pemerintah saat ini fokus meningkatkan lifting minyak nasional guna mengurangi impor.

“Meningkatkan lifting adalah salah satu solusi utama. Kami [Kementerian ESDM], SKK Migas, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk bekerja maksimal. Apalagi, 65% lifting nasional berasal dari Pertamina. Jadi, kita harus bekerja sama dengan Pertamina,” ujar Bahlil.

Baca Juga: Menteri Bahlil Pastikan Penyaluran Subsidi BBM Dilakukan dengan Skema Blending

Bahlil menambahkan, diskusi intensif dengan SKK Migas dan KKKS terus dilakukan untuk merumuskan strategi percepatan peningkatan lifting. Langkah ini diyakini sebagai kunci untuk mewujudkan ketahanan energi.

“Targetnya adalah bagaimana caranya kita cari solusi pendekatan-pendekatan strategi apa yang paling cepat untuk meningkatkan lifting,” imbuhnya.

Catatan Kontan, hingga semester I-2024 realisasi lifting minyak bumi tercatat sebesar 576.000 barel per hari (bph) atau 91% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×