Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperkuat budaya inovasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing perusahaan. Strategi ini dilakukan dengan mendorong karyawan menghasilkan solusi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi bisnis.
VP Sistem Manajemen Terpadu dan Inovasi (SMTI) Pupuk Kaltim, Insyiah Meida Luktyansyah, mengatakan inovasi tidak sekadar menghasilkan gagasan baru, tetapi harus mampu diterapkan dan memberikan manfaat berkelanjutan.
“Inovasi tersebut mencakup perbaikan proses kerja, optimalisasi sumber daya, peningkatan keandalan operasional, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” kata Media dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Untuk mendorong partisipasi karyawan, Pupuk Kaltim menggelar program pembinaan dan kompetisi internal. Setiap unit kerja diberi ruang untuk mengidentifikasi peluang perbaikan, mengembangkan solusi, dan mengukur manfaat inovasi. Inovasi terbaik juga berkesempatan tampil di forum nasional maupun internasional.
Baca Juga: PTPP Raih Kontrak Baru Rp 400 Miliar dari Pupuk Kaltim
Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim, Andik Cahyanto Budiarto, mengatakan inovasi menjadi kunci menjaga keunggulan operasional di tengah dinamika industri pupuk. Karena itu, perusahaan terus menanamkan budaya perbaikan berkelanjutan di seluruh lini bisnis.
Pupuk Kaltim juga memperkuat dukungan manajemen melalui lingkungan kerja yang mendorong kreativitas dan kolaborasi. Dengan demikian, inovasi diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama, bukan sekadar inisiatif individu.
Penguatan inovasi ini sekaligus mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui proses bisnis yang lebih efisien dan bertanggung jawab. Langkah tersebut diharapkan memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
"Kami meyakini, dengan kompetensi dan budaya inovasi yang kuat, Pupuk Kaltim akan semakin mampu menjaga kinerja operasional, memperkuat daya saing, serta berkontribusi optimal bagi ketahanan pangan," pungkas Andik.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Dukung Dekarbonisasi Lewat Pengembangan PLTS Atap
Baru-baru ini, Pupuk Kaltim berhasil meraih prestasi internasional melalui enam gugus inovasi yang memperoleh predikat tertinggi 4 Stars dalam ajang 31st Asia Pacific Quality Organization (APQO) International Conference di Bali, 26–29 Oktober 2026.
Enam gugus inovasi tersebut adalah QCP BINAPER, QCP BLACK & GOLD, QCP LIGA SEMBILAN, QCP RISKTEX-PKT, QCP SMARTWELD, dan QCP SYN-EOST.
Capaian ini membuktikan kemampuan insan PKT dalam menghadirkan inovasi dan solusi atas tantangan operasional melalui penerapan perbaikan berkelanjutan.
Meida menyampaikan bahwa partisipasi dalam APQO merupakan upaya Pupuk Kaltim untuk meningkatkan kualitas inovasi sekaligus memperluas pengakuan di tingkat internasional. Keberhasilan ini juga menjadi bukti berkembangnya budaya inovasi di lingkungan perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
