kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.734
  • SUN91,55 0,32%
  • EMAS606.005 0,17%

TV berbayar rugi Rp 2 triliun dari operator ilegal

Jumat, 13 September 2013 / 17:22 WIB

TV berbayar rugi Rp 2 triliun dari operator ilegal



Berita Terkait

BANDUNG. Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia (APMI) bekerjasama dengan Bareskrim Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat tengah membidik 3 operator TV Berbayar ilegal di Jawa Barat. Aksi ketiga pembajakan siaran televisi berlangganan tersebut berada di Bandung, Tasikmalaya, dan Purwakarta.

Ketiganya disinyalir berhasil mengeruk keuntungan dari 1.000 hingga 2.000 pelanggan yang menerima re-distribusi tayangan TV berbayar.  Jawa Barat memang merupakan salah satu dari 8 wilayah yang pembajakan siaran televisi berbayarnya paling tinggi.

Para operator ilegal ini diperkirakan jumlahnya sudah lebih dari 2.000 pemain di seluruh Indonesia dan meraup lebih banyak konsumen dibandingkan perusahaan TV berbayar resmi. "Pelanggan TV kabel ilegal saat ini sekitar 5-6 juta, sedangkan pelanggan TV kabel resmi totalnya hanya 3-4 juta pelanggan," kata Handiomono, Head of Legal and Litigation APMI dalam rilisnya Jum'at (13/9).

Menurut Handiomono keberadaan siaran televisi berlangganan ilegal bukan hanya merugikan operator TV berbayar resmi, tapi juga merugikan negara. “Misalnya saja potensi pemasukan pajak, ancaman iklim investasi dan perkembangan industri, nasib para kreator, hingga imbas kerugian bagi masyarakat yang terjebak menggunakan televisi berlangganan ilegal,” ujarnya. 

Potensi kerugian yang dialami operator televisi berbayar resmi, menurut Hadiomono, bisa mencapai Rp 2 triliun pada periode 2012-2013. Kerugian tersebut memperhitungkan hilangnya potensi pelanggan baru yang lebih memilih berlangganan siaran TV berbayar ilegal. 

Selain operator TV berbayar resmi, negara juga dirugikan dari pajak yang tidak dibayarkan oleh operator ilegal. Tiap tahunnya, potensi pendapatan yang hilang nilainya mencapai Rp 300 miliar. Jumlah tersebut berasal dari potensi pemasukan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp 126 miliar, dan Rp180 miliar dari Pajak Pertambahan Nilai (PPn).


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0568 || diagnostic_web = 0.4475

Close [X]
×