kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ultrajaya siap mempertahankan pangsa pasar


Kamis, 06 Desember 2012 / 08:06 WIB
Ultrajaya siap mempertahankan pangsa pasar
ILUSTRASI. PTM terbatas sudah dimulai, ini 33 rute bus sekolah gratis di DKI Jakarta. Tribunnews/Jeprima


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Sandy Baskoro

BANDUNG. Memasuki usia empat dekade, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk bertekad mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar susu cair di Indonesia. Produsen susu cair ultra high temperature (UHT) yang mengusung merek Ultra ini menargetkan pertumbuhan penjualan rata-rata 20% saban tahun.

"Kalau mau menjadi pemimpin pasar memang harus selalu tumbuh double digit," ungkap Sabana Prawirawidjaja, Presiden Direktur sekaligus pendiri Ultrajaya dalam acara kunjungan ke pabrik Ultrajaya di Padalarang, Bandung Barat, Rabu (5/12).

Sepanjang tahun lalu, Ultrajaya mencatatkan penjualan senilai Rp 2,10 triliun. Dengan asumsi pertumbuhan 20% per tahun, berarti target penjualan tahun ini berkisar Rp 2,52 triliun. Sedangkan nilai penjualan Ultrajaya sepanjang tahun depan diproyeksikan mencapai Rp 3,02 triliun.

Demi mencapai target penjualan tersebut, manajemen Ultrajaya menyiapkan agenda ekspansi. Salah satunya adalah menambah kapasitas produksi pabrik sebesar 20%-30% pada tahun depan.

Saat ini kapasitas produksi pabrik Ultrajaya yang seluas 12 hektare (ha) itu mencapai 300 juta liter susu cair per tahun. Dus, setelah ekspansi pabrik rampung, kapasitas produksi Ultrajaya akan mencapai 360 juta liter hingga 390 juta liter susu cair per tahun.

Selain itu, rencana ekspansi Ultrajaya tahun depan adalah membangun pergudangan di Jakarta. "Sampai saat ini kami masih mencari lokasi. Kebutuhan lahannya sekitar 10 hektare," ungkap Sabana.

Adapun belanja modal atau capital expenditure (capex) yang disiapkan untuk ekspansi Ultrajaya selama tahun depan berkisar US$ 5 juta hingga US$ 10 juta. Separuh dari kebutuhan akan diambil dari sisa belanja modal tahun ini yang belum terpakai.

Saat ini, jaringan distribusi Ultrajaya sudah menjangkau 50 distributor dan 125.000 toko ritel di seluruh Indonesia. Hingga 90% produksi susu cair Ultrajaya memang menyasar pasar dalam negeri.

Ultrajaya rupanya tidak berminat memperbesar porsi ekspor. "Indonesia masih memiliki tingkat konsumsi susu per kapita yang relatif rendah. Kami melihatnya sebagai peluang," terang Sabana.

Selain susu cair merek Ultra, Ultrajaya pun memproduksi teh bermerek Teh Kotak serta minuman kesehatan dengan merek Sari Asem dan Sari Kacang Ijo. Ulltrajaya mengklaim Susu Ultra menguasai 50% pangsa pasar susu cair, sedangkan Teh Kotak lebih tinggi lagi yaitu menguasai 60% hingga 70% pangsa pasar minuman teh.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan bahan baku susu segar, Ultrajaya akan menggenjot produksi PT Ultra Peternakan Bandung Selatan (UPBS). UPBS merupakan peternakan sapi perah yang didirikan Ultrajaya pada 2009 silam di Pangalengan, Bandung Selatan.

GM Manufacturing Ultrajaya, Haryanto Hendranata, menambahkan,  saat ini, UPBS memiliki 3.200 ekor sapi perah. Namun, hanya separuh dari
jumlah itu yang mampu menghasilkan susu, dengan produksi 40.000 liter per hari.

"Tahun depan produksi bisa dobel karena jumlah sapi yang masuk usia produktif bisa bertambah 1.200 ekor lagi," ungkap Haryanto. Sebagai
informasi, seekor sapi perah bisa menghasilkan susu setelah berusia 14 bulan-18 bulan.

UPBS sejatinya hanya bisa memenuhi 20%-30% kebutuhan susu segar Ultrajaya. Sisa kebutuhan didapat dari tujuh koperasi di wilayah Bandung Selatan yang selama ini menjadi binaan Ultrajaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×