kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Vale Indonesia (INCO) tetap berhati-hati menyikapi lonjakan harga nikel


Kamis, 21 Januari 2021 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas alat berat di lokasi penambangan NIKEL milik VALE Indonesia, dahulu PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/10/06/07


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

Namun, manajemen INCO tetap melakukan semua upaya agar bisa melaksanakan proyek-proyek sesuai rencana.

Pihak INCO juga memastikan tidak ada mitigasi khusus terkait produksi nikel selama perbaikan furnace berlangsung, mengingat hal tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Baca Juga: Anak usaha Kencana Energi (KEEN) dapat kredit US$ 40 Juta dari Bank Mandiri

Untuk mendukung kegiatan bisnis di tahun ini, INCO menyediakan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 130 juta. Selain ditujukan untuk kegiatan perbaikan Furnace 4, INCO juga menggunakan dana belanja modalnya untuk pengembangan infrastruktur tambang dan peremajaan alat.

INCO belum mengumumkan realisasi produksi nikel hingga akhir tahun lalu. Per kuartal III-2020, produksi nikel INCO mencapai 55.792 metrik ton atau lebih tinggi 10% (yoy) dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 50.531 metrik ton.

Selanjutnya: Harga nikel dan emas melaju, Aneka Tambang (ANTM) pacu kinerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×