kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Wabah corona berpotensi tunda proyek petrokimia dalam negeri


Senin, 30 Maret 2020 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. Foto udara kawasan Kilang RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020). Wabah corona berpotensi tunda proyek petrokimia dalam negeri. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Tendi Mahadi

Sebelumnya Inaplas memproyeksi pertumbuhan industri ini bisa berada di kisaran 5% tahun ini. Namun di tengah situasi sekarang, Fajar menilai pertumbuhan masih di bawah angka yang diprediksi di awal tahun tersebut.

Sementara itu Suhat Miyarso, Sekretaris Perusahaan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengatakan tentu ada review ulang terhadap proyeksi bisnis tahun ini. Namun soal proyek dan pengembangan kapasitas baru menurutnya belum ada penundaan.

Baca Juga: Ekonomi Berpotensi tumbuh negatif, Core rekomendasikan tujuh langkah

Yang terbaru perusahaan tengah merampungkan pabrik MTBE dan Butene-1 yang total kapasitasnya 173.000 ton per tahun. "Rencananya bulan ini (pabrik tersebut) sudah rampung," sebut Suhat kepada Kontan.co.id, Senin (30/3).

Dari segi permintaan pasar, secara umum menurut Suhat per Januari 2020 kemarin demand sudah memperlihatkan perlambatan. Tapi di sektor kemasan makanan dan minuman, permintaan bahan baku plastik yang merupakan produk petrokimia masih stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×