Reporter: Yuliana Hema | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) memperkuat diversifikasi bisnis diagnostik zoonotik di tengah meningkatnya kewaspadaan global terhadap potensi mutasi hantavirus yang disebut dapat meningkatkan kecepatan penularan dan fatalitas infeksi.
Perseroan menilai ancaman penyakit zoonotik yang terus berkembang membuka kebutuhan terhadap sistem deteksi dini berbasis teknologi diagnostik yang cepat dan akurat.
Baca Juga: Mendag Klaim Kebijakan DMO 35% Efektif Tekan Harga Minyakita
Untuk itu, CHEK memperluas pengembangan ekosistem pemeriksaan penunjang melalui teknologi molecular diagnostic dan polymerase chain reaction (PCR) yang memungkinkan deteksi material genetik virus meski dalam konsentrasi rendah.
Selain itu, teknologi genomic sequencing juga dikembangkan untuk memantau perubahan strain virus secara lebih presisi.
CHEK turut memperkuat layanan immunoassay dan serologi guna mendeteksi antigen maupun respons imun tubuh secara cepat.
Penguatan lini diagnostik tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan sistem kesehatan dalam menghadapi potensi wabah penyakit menular di masa mendatang.
Direktur Utama Diastika Biotekindo F.X Yoshua R mengatakan, perseroan tidak hanya berfokus menyediakan alat kesehatan, tetapi juga membangun solusi ketahanan kesehatan nasional melalui penguatan lini precision medicine.
Baca Juga: Argo Manunggal Gandeng HIJAU Bangun PLTS di 4 Pabrik Tekstil
Menurut Yoshua, CHEK saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah merek global untuk menghadirkan alat pemeriksaan hantavirus di Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan deteksi penyakit zoonotik berbasis teknologi molekuler.
“Saat ini kami sedang melakukan pembicaraan intens dengan beberapa produk atau merek besar dunia untuk kerja sama menghadirkan alat kesehatan untuk pemeriksaan hantavirus di Indonesia,” ujar Yoshua dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













