kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

23 penerbangan terlambat di bandara Soekarno-Hatta


Jumat, 24 Agustus 2012 / 13:06 WIB
23 penerbangan terlambat di bandara Soekarno-Hatta
ILUSTRASI. PT Soho Industri Pharmasi atau Soho Global Health yang dikabarkan akan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di BEI tahun ini.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Sebanyak 23 penerbangan untuk rute domestik mengalami keterlambatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Kamis (23/8) atau H+4 Lebaran.

Berdasarkan keterangan Posko Harian Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2012 di Kementerian Perhubungan, 23 penerbangan domestik itu untuk merupakan penerbangan berangkat maupun kedatangan, di Bandara Soekarno-Hatta, dengan waktu keterlambatan di atas 45 menit.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan menilai, keterlambatan tersebut masih dalam kondisi wajar, di tengah arus mudik dan balik Lebaran. "Jadi kalau saya lihat ini masih wajar saja," sebut Bambang kepada Kompas.com di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (24/8).

Menurut Bambang, dalam waktu satu hari, bandara dilalui sekitar 1.400 pesawat, termasuk penerbangan reguler dan tambahan. Sekalipun frekuensi penerbangan padat, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dinilai tidak mengalami kelebihan kapasitas.

"Itu tidak overload, karena ada pemerataan jam terbang. Untuk extra flight diberikan di atas pukul 21.00 WIB untuk di Soetta. (Jadi) tidak menumpuk pada jam-jam utama atau golden time," papar dia.

Keterlambatan pun bisa dikarenakan oleh hal teknis ataupun operasional. Bambang menuturkan, keterlambatan penerbangan bahkan bisa terjadi karena pihak maskapai menunggu penumpang yang belum masuk ke pesawat.

Disebutkan juga bahwa keterlambatan penerbangan bersifat kumulatif. Artinya, keterlambatan di satu rute bisa berimbas ke penerbangan berikutnya. Bambang menambahkan, keterlambatan penerbangan biasanya terjadi di atas pukul 12.00 siang.

"Makanya kita selalu mengeluarkan OTP (on time performance) setiap enam bulan sekali untuk menunjukkan ke masyarakat secara kumulatif masih bagus. Jangan lihat per kasus-kasus saja," tandas Bambang. (Ester Meryana/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×