kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ada wabah virus corona, bisnis Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) masih berjalan normal


Jumat, 20 Maret 2020 / 18:18 WIB
Ada wabah virus corona, bisnis Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) masih berjalan normal
ILUSTRASI. Outlet penjualan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dunia usaha pada berbagai sektor industri masih dibayang-bayangi ancaman gangguan bisnis yang diakibatkan oleh wabah virus corona (Covid-19). Kendati demikian, virus yang kini telah berkembang menjadi pandemi global tersebut belum menahan laju kinerja PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

General Manager Corporate Communication MPMX, Natalia Lusnita mengungkapkan bahwa sejauh ini pandemi corona belum menunjukkan dampak yang signifikan bagi bisnis perseroan, baik pada segmen jasa transportasi alias rental, pembelian unit kendaraan, maupun pengadaan driver.

Baca Juga: Mitra Pinasthika (MPMX) bidik pertumbuhan pendapatan dan laba 5%-10% tahun ini

Hal ini juga ditunjang oleh distribusi barang/produk dari pihak prinsipal ke perseroan maupun distribusi barang dari perseroan ke pihak konsumen dan diler yang masih berjalan normal. Oleh karenanya, sejauh ini MPMX belum memutuskan untuk merevisi target kinerja yang telah dicanangkan sebelumnya.

Sedikit informasi, tahun ini perseroan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 5%-10% dibanding tahun 2019 lalu. Perseroan belum merilis laporan keuangan tahunan untuk tahun 2019.

Namun demikian, sebagai gambaran, pada sembilan bulan pertama tahun 2019 lalu, perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 12,46 triliun atau tumbuh sekitar 7,31% dibanding pendapatan neto periode sama tahun 2018 yang sebesar Rp 11,61 triliun.

Meski begitu, Natalia tidak memungkiri bahwa potensi penurunan permintaan jasa rental bisa saja terjadi apabila kondisi yang ada terus memburuk. Terlebih sebagian pelanggan perseroan pada segmen usaha jasa rental terdiri dari perusahaan luar negeri, terutama dari Korea Selatan, Jepang dan  China.

 Baca Juga: Pasca ubah nama, OJK beri izin usaha Jaccs Mitra Pinasthika Mustika Finance Indonesia


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×