kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Akibat tumpahan minyak, Pertamina beri santunan pekan depan


Kamis, 15 Agustus 2019 / 19:14 WIB

Akibat tumpahan minyak, Pertamina beri santunan pekan depan
ILUSTRASI. PENANGANAN TUMPAHAN MINYAK MENTAH DI KARAWANG


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) siap untuk menyalurkan kompensasi mulai pekan depan. Tim yang melakukan pendataan telah diterjunkan dan ditargetkan rampung pada pekan ini.

Ketua Tim 1 Incident Management Team (IMT) Pertamina Rifky Effendi mengatakan, imbas dari tumpahan minyak ini telah menyebar 66 desa di tujuh kabupaten/kota di tiga provinsi. Yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Rifky bilang, pihaknya telah menerjunkan 279 personel untuk melakukan pendataan awal. Pada Jum'at besok, Rifky menargetkan pengumpulan data sudah bisa mencapai 60%-70% dan bisa rampung di pekan ini.

Setelah data selesai diverifikasi, maka kompensasi bisa mulai disalurkan pada pekan depan. "Pendataan final minggu ini dan minggu depan mulai salurkan ke masyarakat terdampak karena kita tidak ingin livelyhood terganggu," katanya di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (15/8).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengaku bahwa pihaknya sudah menyiapkan dana kompensasi. Hanya saja, Dharmawan masih enggan membuka berapa besaran dana yang disiapkan Pertamina.

Yang jelas, sambung Dharmawan, semua biaya untuk menanggulangi tumpuhan minyak ini akan berasal dari dana internal PT Pertamina Hulu Energi. "Filosofi yang benar, memastikan dananya ada. Pakai internal, semuanya (ditanggung) PHE," kata Dharmawan.

Lebih lanjut, Dharmawan pun memastikan bahwa penanggulangan akibat tumpahan minyak ini akan dilakukan bertahap dan terprogram. "Recovery ini bukan lah program short term, tapi akan bertahap," sambungnya.

Adapun, hingga 14 Agustus Pertamina telah mengumpulkan tumpahan minyak total sekitar 13.890 barel. Rincinya, minyak yang terkumpul dari sekitar lokasi anjungan sebanyak 6.390 barel, dan di darat terkumpul sebanyak 7.000 ton atau setara dengan sekitar 7.500 barel.

Di tempat yang sama, Kasubdit Keselamatan Hulu Migas Kementerian ESDM Mirza Mahendra menyebutkan proses investigasi atas semburan gas dan tumpahan minyak di sumur YYA-1 Blok Offshore Nort West Java (ONWJ) akan dilakukan setelah insiden tumpahan minyak tertangani.

Mirza bilang, investigasi akan menitikberatkan pada data-data pengeboran. Investigasi tersebut, kata Mirza, juga akan difokuskan untuk mengetahui penyebab utama kejadian gelembung gas dan tumpahan minyak.

"Sesuai kewenangan di Direktorat Teknik kami mempunyai tugas fungsi mencari root cause, bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi kami mencari penyebab utama dasar kejadian tumpahan minyak," jelasnya.

Adapun, untuk menahan tumpahan minyak, saat ini penanganan kontrol sumur sudah mencapai kedalaman 1680 meter atau 5512 feet. PHE ONWJ pun melokalisasi minyak dengan pengoperasian static dan moveable oil boom, serta menyedot ceceran minyak menggunakan skimmer dan slurry pump.

Sebagai tambahan pengoperasian, telah terpasang 400 meter static oil boom pada layer kedua, 600 meter moveable oil boom di sekitar area anjungan YYA serta 400 meter oil boom di sekitar area FSRU Nusantara Regas.

Upaya lain untuk menahan laju tumpahan minyak meluas, PHE ONWJ mengoperasikan 3 unit skimmer ditambah pengoperasian 1 slurry pump yang telah tiba di lokasi dan telah digunakan. Hampir sama dengan skimmer, slurry pump ini bertujuan untuk memaksimalkan penyedotan minyak dan kemudian ditempatkan di IBC Tank.

Untuk menangani ceceran minyak di laut ini, PHE ONWJ mengerahkan 48 kapal, 2689 personil, menggelar total 5850 meter oil boom di offshore dan 3660 meter oil boom di onshore.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan


Close [X]
×