kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Rencana Ekspor Unggas ke AS Berjalan, Kementan Pastikan Tarif Trump Belum Berdampak


Senin, 14 Juli 2025 / 22:10 WIB
Rencana Ekspor Unggas ke AS Berjalan, Kementan Pastikan Tarif Trump Belum Berdampak
ILUSTRASI. Sejak awal tahun ini, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak usahanya, PT Ciomas Adisatwa (Ciomas) kembali mencatatkan ekspor ke Singapura. Hampir sebanyak 50 ton karkas ayam dikirimkan dari Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Ciomas di Pemalang, Jawa Tengah.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian memastikan kebijakan tarif impor baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum berpengaruh terhadap rencana ekspor produk unggas asal Indonesia ke Negeri Paman Sam.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda mengatakan, volume ekspor unggas yang ditujukan ke AS saat ini masih relatif kecil, sehingga tambahan tarif impor dinilai belum akan menimbulkan gangguan berarti.

"Ekspor produk unggas ke Amerika saat ini masih cukup kecil rencananya. Jadi, sementara ini penambahan tarif masih belum mengganggu rencana tersebut," ujar Agung saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat, Senin (14/7).

Agung menuturkan, Indonesia telah menjajaki ekspor telur ayam ke AS dan telah melakukan uji coba pengiriman. Namun, ia belum mengumumkan secara rinci jadwal ekspor secara komersial. 

Baca Juga: Potensi Perbaikan Harga Hingga Peningkatan Permintaan Dorong Prospek Sektor Unggas

Menurutnya, pengiriman telur ke AS membutuhkan waktu lebih dari 45 hari, sehingga kualitas produk menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.

"Retak sedikit pun tidak boleh dikirim karena akan merusak kualitas telur yang diekspor," kata Agung.

Sebagai informasi, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan kebijakan penambahan tarif impor sebesar 32% bagi produk asal Indonesia. 

Kebijakan tersebut dikeluarkan bersamaan dengan upaya Indonesia dan AS untuk memperkuat kerja sama dagang, termasuk rencana Indonesia menambah volume impor gandum, jagung, dan energi dari AS.

Baca Juga: Widodo Makmur Unggas(WMUU) Bidik Pendapatan Rp 533 Miliar di 2025, Intip Strateginya

Meski begitu, Agung memastikan bahwa rencana ekspor unggas tetap berjalan sesuai rencana. Ia menambahkan, jika pasar Amerika Serikat mengalami hambatan, Indonesia masih memiliki alternatif pasar ekspor lain seperti Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Singapura, dan sejumlah negara di Asia.

"Pasar Amerika Serikat itu bukan satu-satunya. Kalau memang ada hambatan, masih ada pasar lain yang sudah kami jajaki," tutup Agung.

Baca Juga: Malindo Feedmill (MAIN) Catat Ekspor Produk Olahan ke Empat Negara Senilai US$149.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×