kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.160   -14,00   -0,08%
  • IDX 7.552   -41,67   -0,55%
  • KOMPAS100 1.040   -9,41   -0,90%
  • LQ45 744   -11,64   -1,54%
  • ISSI 274   -1,44   -0,53%
  • IDX30 400   -1,76   -0,44%
  • IDXHIDIV20 486   -3,41   -0,70%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 128   -1,24   -0,96%

AMDATARA: Kenaikan Harga Bahan Baku Gerus Margin Industri AMDK


Selasa, 21 April 2026 / 10:29 WIB
AMDATARA: Kenaikan Harga Bahan Baku Gerus Margin Industri AMDK
ILUSTRASI. Air Minum Dalam Kemasan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga bahan-bahan komponen industri saat ini sudah melonjak jauh. Salah satunya adalah harga minyak global dan plastik yang alami kenaikan akibat harga minyak mentah yang tinggi akibat konflik geopolitik tak kunjung usai.

Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menjadi salah satu industri yang mengalami tekanan biaya akibat mahalnya sejumlah bahan komponen.

Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo mengatakan bahwa mahalnya harga minyak mentah global dan harga plastik akan memberikan tekanan biaya produksi yang cukup signifikan bagi seluruh industri manufaktur, termasuk industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Baca Juga: Amdatara Sebut Daya Beli AMDK Bakal Lebih Selektif Usai Harga Bahan Komponen Naik

"Ketika harga bahan baku pokok naik hampir bersamaan karena faktor geopolitik, maka margin operasional perusahaan tertekan," ujar Karyanto kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).

Karyanto menjelaskan bahwa plastik PET dan HDPE merupakan bahan utama yang digunakan untuk botol dan galon. Sehingga, komponen bahan tersebut akan memakan biaya yang cukup besar.

Namun demikian, industri AMDK sebagai penyedia kebutuhan pokok masyarakat tetap berupaya menjaga ketersediaan produk dengan melakukan berbagai efisiensi internal, inovasi kemasan, dan optimalisasi rantai pasok.

"Agar dampaknya tidak sepenuhnya diteruskan kepada konsumen," ungkap dia.

Baca Juga: Multimoda, Supply Chain, dan AI Dorong Efisiensi Logistik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×