kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Anggarkan Rp 175 miliar, pemerintah targetkan bangun PLTS Atap di 800 titik tahun ini


Jumat, 07 Februari 2020 / 14:56 WIB
Anggarkan Rp 175 miliar, pemerintah targetkan bangun PLTS Atap di 800 titik tahun ini
ILUSTRASI. Petugas melakukan perawatan panel surya di atap Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (31/7/2019). Kementerian ESDM berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di 800 titik pada tahun ini. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop alias PLTS Atap di 800 titik pada taun ini.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Puspa Dewi mengungkapkan, anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp 175 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Puspa, anggaran itu melonjak naik dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp 39,3 miliar.

Baca Juga: Pemerintah dorong peran swasta untuk elektrifikasi di daerah terpencil

"Kapasitas dibangun pada 2019 sejumlah 1.785 kWp (kilowatt peak). 2019 masih kecil alokasi anggaran dibanding tahun ini," kata Puspa saat dihubungi Kontan.co.id, Jum'at (7/2).

PLTS atap tahun lalu dibangun di sejumlah kantor pemerintahan pusat dan juga pondok pesantren. Adapun, target total kapasitas PLTS Rooftop yang akan dibangun tahun ini masih dalam perhitungan.

Puspa mengatakan, rencananya lelang untuk program ini baru akan digelar pada Maret mendatang. Lelang tersebut bersifat umum dan bisa diikuti oleh badan usaha. "Total kapasitas (PLTS rooftop tahun ini) masih belum pasti. Untuk akuratnya nanti kita hitung dan cek lagi setelah kontrak," sebutnya.

Adapun, 800 titik pembangunan PLTS atap tahun ini tersebar di 17 provinsi. Dengan rincian, Sumatera Utara (15 unit), Sumatera Selatan (15 unit) Bangka Belitung (30 unit), Lampung (20 unit).

Baca Juga: Sektor TPT masih tumbuh 15%, ekspor tekstil mencapai US$ 12,9 miliar tahun lalu

Selanjutnya, ada di Jawa Tengah (94 unit) Jawa Timur (100 unit), Bali (90 Unit), Kalimantan Utara (70 unit), Kalimantan Tengah (20 unit), Nusa Tenggara Timur (100 Unit). Berikutnya Sulawesi Barat (15 unit), Sulawesi Selatan (15 unit), Sulawesi Utara (80 unit), Maluku Utara 40 unit, Maluku (20 unit), Papua Barat (30 unit), dan Papua (46 unit).





Close [X]
×