Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyambut positif rencana pemerintah memperketat pelarangan ekspor bijih timah demi memacu program hilirisasi.
Corporate Secretary Division Head Aneka Tambang Wisnu Danandi Haryanto menyampaikan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri merupakan kunci penguatan industri.
"Kami memandang bahwa langkah pemerintah dalam mendorong peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri merupakan bagian dari agenda strategis nasional untuk memperkuat struktur industri dan ketahanan ekonomi," ujarnya kepada Kontan, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Butuh Investasi US$ 500 Miliar, Kadin Minta Kepastian Regulasi Proyek Energi Hijau
Wisnu menegaskan, ANTAM sejatinya telah memiliki rekam jejak yang panjang dalam mendukung kebijakan hilirisasi pemerintah pada komoditas mineral lainnya. Perusahaan tercatat aktif mengembangkan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) untuk mengoptimalkan potensi sumber daya mineral dalam negeri.
"Secara umum, ANTAM telah memiliki pengalaman dalam mendukung kebijakan hilirisasi, khususnya pada komoditas nikel dan bauksit melalui pengembangan proyek-proyek pengolahan dan pemurnian," tegasnya.
Meski demikian, untuk komoditas timah, ANTAM belum masuk ke dalam ranah teknis pelaksanaan. Pasalnya, portofolio operasional perusahaan saat ini masih berfokus pada komoditas emas, nikel, dan bauksit.
"Untuk komoditas timah sendiri, ANTAM saat ini belum memiliki kegiatan operasional, sehingga tidak terdapat kesiapan spesifik dalam implementasi kebijakan tersebut," jelasnya.
Lebih lanjut, Wisnu menambahkan, walau belum memiliki operasional timah, ANTAM memastikan tetap mendukung penuh transformasi ekonomi melalui hilirisasi mineral.
Baca Juga: Harga Kemasan Plastik Meningkat, Begini Strategi Mayora Indah (MYOR)
"Pada prinsipnya, ANTAM mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat hilirisasi mineral sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional, dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan tata kelola yang baik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













