kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Bahlil Ungkap Potensi DMO Sawit untuk Penuhi B50


Selasa, 14 Oktober 2025 / 16:39 WIB
Bahlil Ungkap Potensi DMO Sawit untuk Penuhi B50
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap adanya potensi Domestic Market Obligation (DMO) sawit. REUTERS/Lim Huey Teng


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap adanya potensi Domestic Market Obligation (DMO) sawit atau kewajiban industri untuk memenuhi pasar dalam negeri demi mendukung mandatori biodiesel 50% (B50) atau Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dengan 50% minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

“Kalau nambah CPO hukumnya cuma dua, bikin kebun baru atau sebagian ekspor kita dikurangi, kita berlakukan DMO,” ucap Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Meskipun demikian, penerapan skema DMO atau memangkas ekspor sawit masih menjadi salah satu dari tiga opsi yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah.

Baca Juga: Mandatori B50 Tahun 2026, Substitusi Konsumsi Solar hingga 20 Juta Kiloliter

“Kalau alternatif yang dipakai memangkas sebagian ekspor, maka salah satu opsinya adalah mengatur antara kebutuhan dalam negeri dan luar negeri,” kata Bahlil.

Sebelumnya dalam catatan Kontan, B50 ditargetkan dapat berjalan pada semester kedua tahun 2026. Dengan kebutuhan CPO mencapai 19 juta ton.

“Kalau alternatif yang dipakai memangkas sebagian ekspor, maka salah satu opsinya adalah mengatur antara kebutuhan dalam negeri dan luar negeri,” kata Bahlil.

Baca Juga: B50 Bikin Melejit Harga Minyak Sawit

Saat ini, B50 telah melalui tiga kali tahap uji coba. Meski begitu, uji final belum dilakukan, dengan estimasi waktu memerlukan 6-8 bulan.

"Insyaallah kalau uji finalnya ini terakhir. Sekarang kan kita sudah uji 3 kali, itu kan butuh waktu sekitar 6 bulan sampai 8 bulan kita uji di mesin kapal, kereta, dan alat-alat berat," jelas dia beberapa waktu lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×