Reporter: Izzatul Mazidah | Editor: Dikky Setiawan
JAKARTA. Di pekan kedua bulan mei, Kementerian Perhubungan sudah mulai menawarkan rute-rute Sky Aviation yang berhenti beroperasi sejak 19 maret 2014 lalu. Maskapai ini juga masih mencari investor dan masih melakukan tahap negosiasi atau due diligence.
Djoko Muratmodjo, Direktur Angkutan Udara Direktorat Jendral Perhubungan mengatakan, sampai saat ini belum ada maskapai yang mengajukan permintaan untuk menempati rute-rute Sky Aviation.
“jika PT Sky Aviation ingin kembali menempati rute-rutenya semula, harus memenuhi syarat jika load factor bisa mencapai minimal 50%,” kata Djoko, Senin (19/5).
PT Sky Aviation merupakan maskapai swasta yang beroperasi pada 20 rute domestik dan rute regional ke Malaysia.
Sejatinya, laporan kinerja maskapai ini di tahun 2012 cukup bagus, termasuk masalah on time performace (OTP).
Sky Aviation sebelumnya mengoperasikan pesawat Sukhoi SSJ-100, lima unit Fokker F50, satu unit Caravan dan satu unit Cirrus SR-22.
Sekadar catatan, Sky Aviation sempat memberhentikan operasi di bulan Januari pada Bandara Hang Nadim, Batam.
Jumlah rute yang diterbangi Sky Aviation berjumlah 20 rute domestic, yaitu di antaranya dengan pesawat Fokker 50 melayani penerbangan.
Batam-Pangkal Pinang, Pangkal Pinang-Tanjung Pandang, Tanjung Pandang-Pelembang, Batam-Matak, Batam-Silangit, Tanjung Pinang–Matak, Tanjung Pinang Natuna, Denpasar-Lombok, Denpasar-Labuan Bajo, Pekanbaru-Tanjung Pinang, Pekanbaru-Malaka, Kupang-Ende, Ende-Labuan Bajo.
Sisanya menggunakan pesawat Boeing 737-300 melayani penerbangan dengan rute : Jakarta-Pekanbaru, Pekanbaru-Batam, Batam-Natuna, dan Batam-Palembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













