kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bisnis tembakau menyerap tenaga kerja sangat besar


Selasa, 02 Agustus 2016 / 14:30 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Direktur Persyaratan Kerja, Ditjen PHI dan Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan Sri Nurhaningsih  memastikan bahwa tembakau merupakan tanaman strategis sebagai penyangga ekonomi pada sektor ketenagakerjaan secara langsung.

Tembakau dan petani tembakau serta buruh taninya telah melekat serta merepresentasikan tradisi. "Tembakau adalah tanaman unik yang mempunyai daya serap tinggi terhadap sektor ketenagakerjaan," tegas Sri.

Ia menambahkan, petani tembakau dan industri hasil tembakau menyumbang devisa negara  yang sangat besar, mulai dari  kontribusi cukai ,pajak tenaga kerja .

Dari daun tembakau, kata Sri, jutaan manusia bergantung ekonomi, hidupnya bahkan dengan sendirinya komoditas ini bisa menyerap tenaga kerja sangat besar mencapai 6,3 juta orang. 

"Industri hasil tembakau merupakan salah satu pondasi kekuatan ekonomi negara karena bisa menggerakkan kegiatan perekonomian dari  hulu sampai hilir dari petani sampai pedagang asongan," tegasnya.

Untuk itu, Industri Hasil Tembakau harus di pertahankan keberadaanya jika ingin ekonomi negara bisa selamat di saat sulit.

Sementara, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid meminta pemerintah untuk benar-benar memperhatikan petani tembakau juga industri hasil tembakau karena sudah memberi kontribusi ekonomi yang besar terhadap negara.

"Tembakau ini sudah memberikan penghidupan yang luar biasa bagi masyarakat, mengingat tembakau sektor yang sangat strategis. Dan tembakau termasuk bagian dari kebudayaan,” ujar Yeni.




TERBARU

[X]
×