kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,80   0,58   0.07%
  • EMAS1.028.000 0,19%
  • RD.SAHAM 0.09%
  • RD.CAMPURAN 0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

BPJT: Sistim transaksi tol non-tunai nirsentuh pakai aplikasi di smartphone


Selasa, 14 Juli 2020 / 19:38 WIB
BPJT: Sistim transaksi tol non-tunai nirsentuh pakai aplikasi di smartphone
ILUSTRASI. Karena teknologi transaksi nirsentuh pakai e-GNSS, pengguna tol hanya memasang aplikasi melalui smartphone.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebut penerapan sistim transaksi tol non-tunai nirsentuh tidak akan memberatkan pengguna jalan tol.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana melakukan tender sistim transaksi tol non-tunai nirsentuh dengan menggunakan teknologi global navigation satelite system (GNSS).

Kepala BPJT Danang Parikesit menyebutkan penerapan sistim nirsentuh tersebut tidak akan ada kenaikan tarif. Selain itu, juga tidak akan memberatkan pengguna jalan tol.

"Kalau pakai e-GNSS kan hanya memasang aplikasi melalui smartphone," jelasnya kepada kontan.co.id, Selasa (14/7).

Baca Juga: Sistim transaksi tol nirsentuh gunakan teknologi global navigation satelite system

Karenanya, sistim tersebut tidak akan membebankan pengguna jalan tol melainkan mampu memberikan keuntungan bagi pengguna jalan tol.

Sebelumnya, Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto mengatakan, penggunaan sistim satelit lantaran telah dilakukan kajian teknis oleh pemrakarsa dengan membandingkan beberapa teknologi. Hasilnya, teknologi GNSS atau satelite based adalah teknologi yang paling efektif untuk rencana penerapan multi lane free flow (MLFF) di jalan tol Indonesia.

Selain itu, kelebihan sistim GNSS dibandingkan dengan sistim eksisting pembayaran tol antara lain sistim pembayaran dan pengumpulan tol terintegrasi dalam satu sistim. Kemudian, tidak terdapat barrier dan gerbang tol sehingga menghindari antrian di gerbang tol sehingga menghilangkan antrean di gerbang tol.

Adapun total biaya investasi awal proyek ini sebesar US$ 299.000 atau setara Rp 4,3 triliun. Nilai tersebut mencakup biaya investasi tahap I (wilayah Jawa-Bali) senilai US$ 203.6000 atau setara Rp 2,9 triliun dan sebagian biaya investasi tahap selanjutnya senilai US$ 95.4000 atau setara Rp 1,4 triliun.

Baca Juga: Pengamat menilai transaksi tol non-tunai berbasis MLFF akan memberatkan pengguna

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×