kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dharma Satya (DSNG) cetak laba operasi pada semester I 2019 sebesar Rp 330 miliar


Kamis, 01 Agustus 2019 / 22:55 WIB
Dharma Satya (DSNG) cetak laba operasi pada semester I 2019 sebesar Rp 330 miliar

Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) masih mampu membukukan laba operasi pada semester I 2019 sebesar Rp 330 miliar, di tengah anjoknya harga Crude Palm Oil (CPO) sepanjang tahun ini.

Laba operasi tersebut hanya turun sekitar 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 342 miliar, meskipun rata-rata harga penjualan CPO Perseroan selama enam bulan pertama tahun ini telah turun 18% dari Rp 7,8 juta per ton pada semester I tahun lalu menjadi Rp 6,4 juta per ton pada semester pertama tahun ini.

Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo menjelaskan, penurunan harga CPO yang cukup signifikan dalam satu tahun terakhir ini telah menyebabkan sebagian perusahaan kelapa sawit mengalami kesulitan dalam meningkatkan kinerja finansialnya.

Baca Juga: Bangun pabrik baru, Dharma Satya Nusantara (DSNG) kejar produksi 570 ton per jam

“Meskipun demikian, kami masih bisa membukukan laba operasi dan juga perolehan laba komprehensif yang positif sebagai hasil dari upaya perseroan dalam pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan melalui efisiensi biaya serta peningkatan produktivitas ,” kata Andrianto Oetomo dalam keterangan pers, Kamis (1/8).

Pada semester I tahun ini, Perseroan mampu meningkatkan perolehan EBITDA sebesar Rp 576 miliar, naik 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan margin EBITDA sebesar 22%.

Sedangkan laba bruto semester I 2019 tercatat sebesar Rp 656 miliar dengan margin laba bruto sebesar 25%, lebih rendah dibandingkan semester I tahun lalu sebesar 27%.

Baca Juga: Emiten Sawit Tetap Memacu Produksi CPO

Penurunan margin laba bruto tersebut disebabkan karena program revitalisasi yang dilakukan Perseroan untuk dua kebun yang baru diakuisisi pada Desember 2018 yang lalu masih berlangsung dan belum memberikan hasil yang optimum sehingga ikut mempengaruhi margin laba bruto pada tahun berjalan.

Program revitalisasi ini diharapkan akan rampung dan mulai memberikan hasil optimum pada tahun depan.

“Meskipun demikian, selama semester I 2019 ini, kedua kebun baru tersebut telah menyumbang 13% dari penjualan Perseroaan dari segmen usaha kelapa sawit. Apabila kinerja dari kedua kebun baru ini dikecualikan, maka margin laba bruto Perseroan akan mencapai 27% atau sama dengan margin laba bruto pada semester I tahun lalu,” kata Andrianto.

Baca Juga: Emiten sawit optimis produksi CPO tahun ini naik

Secara terpisah, Jenti Widjaja, Direktur DSNG menjelaskan sampai semester I-2109, Capex yang sudah terserap sekitar Rp 270 miliar. Pada tahun ini Dharma Satya Nusantara juga mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebanyak Rp 700 miliar hingga Rp 800 miliar.

DSNG menggunakan belanja modal untuk penyelesaian pabrik yang saat ini masih dalam proses pembangunan dan juga perawatan tumbuhan belum menghasilkan (TBM) serta infrastrukturnya.

Menurutnya dengan harga CPO seperti sekarang pelaksanaannya tetap berhati-hati. "Tapi capex yang terkait langsung dengan produksi dan tanam tetap akan dijalankan," kata Jenti kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Ekspansi Dharma Satya Nusantara

Selama enam bulan pertama tahun ini, Perseroan membukukan penjualan pada semester I-2019 sebesar Rp 2,6 triliun, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang dipicu oleh meningkatnya volume penjualan CPO.

Volume penjualan CPO Perseroan tercatat sebesar 301 ribu ton, naik 61% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan produksi CPO menyusul makin luasnya area kebun yang menghasilkan dan mulai adanya kontribusi dari perusahaan perkebunan yang diakuisisi Perseroan pada akhir tahun 2018 lalu.

Baca Juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) fokus memasuki pasar upper class

Produksi CPO Perseroan pada semester I 2019 tercatat sebesar 262 ribu ton, naik 40% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Sampai 30 Juni 2019, total kebun menghasilkan Perseroan tercatat sebanyak 101.799 hektare. Dari jumlah tersebut, luas kebun inti mencapai 81.392 hektare dan kebun plasma men capai 20.407 hektar.

Dari segmen usaha produk kayu, Perseroan mencatat penjualan semester I 2019 sebesar Rp 474 miliar, naik 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebagian besar disumbangkan oleh penjualan produk panel.

Baca Juga: Dharma Satya Nusantara (DSNG) fokus tingkatkan kapasitas pabrik

Volume penjualan panel dalam enam bulan pertama tahun ini naik 14% menjadi 45 ribu m3 dengan harga rata-rata juga naik 5% menjadi Rp 6,1 juta per m3 dibandingkan semester I 2018 sebesar Rp 5,8 juta per m3.




TERBARU

Close [X]
×