kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dibayangi pandemi corona, ekspor industri manufaktur naik 7,14% di Januari-April 2020


Kamis, 28 Mei 2020 / 16:58 WIB
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di pabrik kertas. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja ekspor dari industri pengolahan masih mencatatkan nilai positif meskipun di tengah tekanan pandemi Covid-19. Sepanjang Januari-April 2020, pengapalan produk industri pengolahan mampu menembus hingga US$ 42,75 miliar atau naik sebesar 7,14% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Neraca perdagangan untuk industri pengolahan pada periode Januari-April 2020 adalah surplus sebesar US$ 777,34 juta," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian, Janu Suryanto dalam keterangan resminya, Kamis (28/5).

Baca Juga: Kemenperin menargetkan pengurangan impor guna hadapi kenormalan baru

Janu menyebutkan, nilai ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020 tercatat mencapai US$ 9,76 miliar. Apabila dilihat dari volumenya, ekspor produk industri pengolahan pada bulan keempat tahun ini sebesar 8,49 juta ton atau naik sebesar 2,66% dibanding Maret 2020.

Adapun sektor industri makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan pada bulan April 2020, dengan menyentuh nilai US$ 2,35 miliar. “Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri makanan pada bulan April 2020 didominasi oleh komoditas minyak kelapa sawit sebesar US$ 1,30 miliar atau memberi kontribusi sebesar 55,28 persen," jelas Janu.

Sumbangsih lainnya, diikuti oleh sektor industri logam dasar sebesar US$ 2 miliar, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia US$ 1,06 miliar, serta industri kertas dan barang dari kertas US$ 564 juta.

Berikutnya, nilai ekspor industri karet, barang dari karet, dan plastik menembus US$ 501 juta, kemudian industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki US$ 463 juta, industri komputer, barang elektronik, dan optik US$ 417 juta, serta industri pakaian jadi US$ 397 juta.

Baca Juga: Ingat lagi! 1 Juli 2020 perdagangan melalui sistem elektronik akan dikenakan PPN




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×