kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

DPR: Kesalahan Merpati membeli pesawat baru MA60


Selasa, 12 November 2013 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Bank Ina Perdana targetkan BOPO turun ke bawah 90%


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto menilai PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) melakukan kesalahan besar dengan membeli MA60. Padahal Merpati sampai saat ini masih terbelit utang Rp 6,5 triliun.

"Salahnya Merpati disuruh beli MA60, ya udah salah," ujar Airlangga, di Kementerian Perdagangan, Selasa (12/11).

Dengan pembelian pesawat MA60, Merpati dinilai Erlangga menghabiskan sisa anggarannya sebesar Rp 2 triliun dengan sia-sia. Pasalnya Merpati hingga saat ini tidak mendapat izin untuk terbang dan mendapatkan rute. "MA60 itu Rp 2 triliun itu tidak main-main, dan itu memberatkan," ungkap Airlangga.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Menteri BUMN RI Dahlan Iskan menegaskan restrukturisasi utang adalah jalan satu-satunya menghidupkan kembali maskapai penerbangan BUMN tersebut. Dahlan menegaskan tidak akan menyuntikkan anggaran bantuan kepada Merpati, karena ia ingin maskapai tersebut bisa bangkit sendiri.

"Tidak ada jalan lain (restrukturisasi)," ungkap Dahlan beberapa waktu lalu. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×