kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Jika Merpati tutup, karyawan diminta tanam sawit


Rabu, 30 Oktober 2013 / 11:52 WIB
ILUSTRASI. Buruh konveksi PT Pan Brothers Tbk (PBRX)


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Hingga saat ini, masih belum ada kejelasan mengenai skema pembayaran utang PT Merpati Nusantara Airlines yang sebesar Rp 6,5 triliun. Menteri BUMN Dahlan Iskan pun pesimis Merpati mampu menyelesaikan utang yang nilainya hampir menyamai bailout Bank Century tersebut yang senilai Rp 6,7 triliun.

"Salah satu cara yang paling pas ya dengan restrukturisasi, dimana saham-saham Merpati di jual, sehingga Merpati tidak akan tutup," katanya.

Hanya saja, untuk bisa menjual saham tersebut, Merpati harus membicarakan dengan pihak-pihak terkait lainnya, bukan hanya Kementerian BUMN saja. "Saya sih setuju, tapi bukan hanya saya saja yang bisa menentukan. Ini juga harus ada pembicaraan oleh Menteri Keuangan dan pihak lainnya,"jelasnya.

Jika hal tersebut sulit untuk direalisasikan, Dahlan pasrah Merpati ditutup. Jika sudah begitu, maka karyawan Merpati akan dirumahkan dan diberi tunjangan. Selain itu, karyawan juga akan diberi modal tanah seluas 2 hektar untuk penanamaman kelapa sawit.

"Kenapa kelapa sawit? Karena kedepannya industri ini yang paling menguntungkan dan memberi kesejahteraan bagi karyawan tersebut," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×