kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Ekspor kayu olahan harus optimalkan nilai tambah


Selasa, 20 Maret 2018 / 22:09 WIB
ILUSTRASI. EKSPOR PRODUK KAYU OLAHAN


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat ini ekspor kayu olahan terus meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), hingga 17 Maret 2018 ekspor kayu olahan Indonesia sudah sebesar US$ 2,73 miliar, dan diperkirakan akan terus meningkat.

Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Dodik Ridho Nurrochmat mengatakan, saat ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah terkait ekspor kayu olahan adalah pengoptimalan nilai tambah kayu tersebut. Pasalnya, menurut Dodik, ada jenis-jenis kayu tertentu yang nilainya bisa lebih tinggi bila diekspor dalam bentuk kayu gergajian.

“Saat ini pemerintah kan tidak mengizinkan kayu gergajian untuk diekspor. Padahal ada jenis kayu tertentu yang nilai tambahnya lebih tinggi bila diekspor dalam bentuk kayu gergajian,” jelas Dodik kepada Kontan.co.id, Selasa (20/3).

Menurut Dodik, sudah waktunya pemerintah mengevaluasi kebijakan yang ditetapkan. Menurutnya, ekspor kayu gergajian untuk jenis kayu tertentu perlu dibuka secara terbatas. “Perlu diingat bahwa tidak semua yang proses pengolahannya panjang itu nilai tambahnya lebih tinggi,” kata Dodik.

Sementara itu, menurut Dodik saat ini Indonesia masih banyak mengekspor kayu bare core. Menurutnya kayu tersebut lebih banyak berasal dari industri kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×