kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Empat Tahun Terakhir, Tren Penyediaan dan Pendistribusian BBM Meningkat


Jumat, 06 Desember 2024 / 19:53 WIB
Empat Tahun Terakhir, Tren Penyediaan dan Pendistribusian BBM Meningkat
ILUSTRASI. Ilustrasi kendaraan tengah mengisi BBM.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama empat tahun terakhir, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan tren penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat. Peningkatan penyediaan dan pendistribusian ini baik BBM yang diberikan subsidi (JBT), diberikan kompensasi (JBKP), hingga yang tidak diberikan subsidi dan kompensansi (JBU).

Untuk diketahui, BBM dibedakan menjadi tiga berdasarkan jenisnya. Pertama, Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti minyak tanah dan minyak solar (diberikan subsidi). Kedua, Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) berupa bensin RON 90 Pertalite (diberikan kompensasi). Ketiga, Jenis BBM Umum (JBU) seperti di luar JBT dan JBU antara lain avtur, avgas, bensin (RON 89, 92, 95, 98), minyak diesel, dan minyak bakar (tidak diberikan subsidi dan kompensansi).

Berdasarkan pemaparan BPH Migas, tercatat penyediaan dan pendistribusian JBT sebesar 14,48 juta kiloliter pada 2020, 16,08 juta kiloliter pada 2021, 18,10 juta kiloliter pada 2022, dan 18,06 juta kiloliter.

Selanjutnya, untuk JBKP sebesar 8,48 juta kiloliter pada 2020, 10,42 juta kiloliter pada 2021, 29,49 juta kiloliter pada 2022, dan 30,03 juta kiloliter pada 2023.

Baca Juga: RDMP Balikpapan, Ujung Tombak Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kemudian, untuk JBU sebesar 49,36 juta kiloliter pada 2020, 64,06 juta kiloliter pada 2021, 75,26 juta kiloliter pada 2022, dan 78,30 juta kiloliter pada 2023.

Tercatat, penyediaan dan pendistribuan JBT dan JBKP, maupun penjualan JBU semakin meningkat tiap tahunnya, mengakibatkan beban subsidi BBM juga semakin meningkat.

"Ini adalah tren penyediaan distribusi BBM. Nah, kita juga punya tugas penting bersama [Pertamina Patra Niaga] untuk meningkatkan konsumsi JBU dan JBKP," kata Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S dalam agenda Kongkow BerEnergi di Kantor BPH Migas, Jumat (6/12).

Diberitakan KONTAN sebelumnya, BPH Migas melaporkan realisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi per 17 Oktober 2024 mencapai 77,6% dari kuota yang telah ditetapkan pada tahun ini.

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan penyaluran subsidi BBM subsidi untuk jenis solar 13,9 juta kilo liter (kl) atau 77,6% dari kuota dan untuk jenis Pertalite mencapai 23,9 juta kl atau 75,6% per 17 Oktober 2024.

"Insya Allah cukup [stok BBM bersubsidi] sampai dengan akhir tahun," kata Saleh kepada Kontan, Rabu (23/10).

Sebagai gambaran, berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, kuota subsidi untuk BBM jenis Solar ditetapkan 19 juta kiloliter, sedangkan Pertalite ditetapkan mencapai 31,7 juta kiloliter.

Jika dibandingkan dengan 2023, angka konsumsi BBM Solar tahun ini lebih rendah, tercatat angka konsumsi BBM Solar per 26 Oktober 2023 mencapai 14,26 juta kl atau 83,9%, sedangkan konsumsi Pertalite stabil di kisaran 75% dari kuota.

Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Pentingnya BBM Subsidi untuk Kembangkan Transportasi Kereta Api

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×