kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Eramet Indonesia Buka Suara Soal Rencana Akuisisi Smelter HPAL Huayou


Sabtu, 30 Agustus 2025 / 15:39 WIB
Eramet Indonesia Buka Suara Soal Rencana Akuisisi Smelter HPAL Huayou
ILUSTRASI. Eramet, grup pertambangan dan metalurgi global, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong praktik pertambangan berkelanjutan di wilayah operasinya di Indonesia.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eramet Indonesia buka suara soal rencana akuisisi smelter hidrometalurgi atau high pressure acid leach (HPAL) milik perusahaan China Zhejiang Huayou Cobalt Co. bersama-sama dengan BPI Danantara. 

Menurut CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet, pihaknya memang memiliki target untuk mengembangkan lini bisnis nikel menuju sektor hilir seperti kepemilikan smelter, namun tidak spesifik untuk mengakuisisi smelter HPAL milik Huayou.

"Kami tertarik ya, untuk melanjutkan ke hilir. Maksud saya, kami tidak akan masuk ke (pabrik) baterai, tetapi mungkin (industri) hilir seperti HPAL bisa menarik bagi kami,” kata Jerome kepada awak media di Jakarta, Senin (25/8/2025). 

Baca Juga: Eramet Buka Suara Soal Rencana Akuisisi Smelter Nikel Huayou

"Tapi itu tidak nyata, bukan fakta (akuisisi smelter)," tambahnya.

Dia menambahkan, Eramet telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengembangkan proyek potensial di Indonesia, termasuk smelter HPAL, namun hingga kini masih belum melihat kesempatan bagus sesuai rencana kerja perusahaan.

"Jadi, jelas ya, ada pabrik HPAL di Teluk Weda (Halmahera). Itu adalah pabrik Huayou. Jadi, jika ada kesempatan, mungkin kami akan melakukannya (akuisisi). Akan tetapi, kami berbicara dengan banyak orang karena, seperti yang saya katakan sebelumnya, Eramet ingin terus berada di Indonesia dan melihat proyek-proyek potensial lainnya," ujar Jerome.

Baca Juga: Eramet Bidik Produksi Nikel Hingga 42 Juta Ton Bijih Tahun Ini

Sebelumnya, kabar akuisisi mencuat dari adanya laporan Bloomberg dari financialpost, pada awal Mei 2025 lalu.

Adapun, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, Danantara dan Eramet berencana mengakuisisi sebagian saham pabrik pemurnian atau High Pressure Acid Leach (HPAL) yang dimiliki mayoritas oleh Zhejiang Huayou Cobalt Co. asal Tiongkok.

Adapun, pabrik ini menghasilkan nikel dalam bentuk yang digunakan untuk baterai kendaraan listrik (EV).

Jika terwujud, ini akan menjadi investasi besar pertama dari Danantara sejak resmi diluncurkan.

Baca Juga: Vale Indonesia (INCO) Berpeluang Efisiensi Capex untuk Proyek Smelter HPAL

Diskusi masih berlangsung dan para pemangku kepentingan berharap dapat menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebelum akhir bulan, meski rencana ini masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Selanjutnya: Risiko Kredit Macet Mengintai, NPL Sejumlah Bank Tembus di Atas 5%

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Sabtu (30/8/2025) Kompak Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×