kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Fore Kopi (FORE) Targetkan Tambah 100 Gerai, Bidik Laba Bersih Tumbuh 70% pada 2026


Senin, 11 Mei 2026 / 17:06 WIB
Fore Kopi (FORE) Targetkan Tambah 100 Gerai, Bidik Laba Bersih Tumbuh 70% pada 2026
ILUSTRASI. Fore Kopi proyeksikan laba bersih melonjak 70% dan pendapatan 50% di 2026. Strategi diversifikasi dan ekspansi jadi kunci utama. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menargetkan pertumbuhan kinerja yang agresif pada tahun ini, dengan fokus pada peningkatan laba bersih dan pendapatan secara signifikan. Optimisme tersebut ditopang oleh strategi ekspansi gerai serta diversifikasi bisnis yang terus diperkuat.

Emiten jaringan kedai kopi ini menilai peluang pertumbuhan masih terbuka lebar, seiring meningkatnya permintaan terhadap produk kopi premium dengan harga terjangkau di pasar domestik.

Diversifikasi Bisnis Lewat Fore Donut

Direktur PT Fore Kopi Indonesia Tbk, M. Fahmi Rachmattulah, menjelaskan bahwa perusahaan mulai memperluas lini bisnis melalui peluncuran brand baru Fore Donut pada akhir 2025.

“Pada akhir 2025 lalu pihaknya melakukan diversifikasi lini baru, yakni Fore Donut dengan membuka dua gerai pertama. Sedangkan di kuartal pertama tahun ini, FORE menambah lima gerai baru Fore Donut, menjadikannya lini bisnis baru dengan total tujuh gerai,” jelasnya dalam paparan publik virtual, Senin (11/5/2026).

Tahun ini, FORE menargetkan pembukaan lebih dari 100 gerai baru yang mencakup jaringan Fore Coffee dan Fore Donut.

Baca Juga: Fore Coffee (FORE) cetak pertumbuhan laba 55% menjadi Rp 90,13 miliar pada 2025

Fokus Ekspansi di Kota Tier 1 hingga Tier 3

Fahmi menegaskan bahwa strategi ekspansi akan dibedakan berdasarkan segmen wilayah.

"Untuk Fore Donut, ekspansi masih akan difokuskan di kota-kota tier 1. Namun, untuk Fore Coffee Indonesia, lebih dari 40% dari 22 store baru yang kami bangun pada kuartal pertama 2026 justru berlokasi di tier 2 dan tier 3," ujar Fahmi dalam paparan publik virtual, Senin (11/5/2026).

Dalam waktu dekat, FORE juga akan membuka gerai baru Fore Donut di sejumlah lokasi strategis seperti Bandara Soekarno-Hatta, Bandung, dan Surabaya.

Inovasi Produk Jadi Motor Pertumbuhan

Selain ekspansi gerai, FORE juga mengandalkan inovasi produk sebagai pendorong pertumbuhan. Tahun sebelumnya, perusahaan telah meluncurkan The Prime Series dan Fore Matcha Club untuk kategori minuman, serta roll cake untuk lini makanan.

Baca Juga: Fore Kopi (FORE) Bidik Ekspansi Lebih dari 60 Gerai pada 2026

"Ke depan, inovasi berbasis research and development (R&D) yang komprehensif akan terus menjadi DNA kami agar tetap relevan bagi pelanggan," kata Fahmi.

Persaingan Ketat Industri Kopi

Di tengah ketatnya persaingan industri kedai kopi, FORE mengklaim memiliki keunggulan pada positioning produk. Perusahaan menawarkan kopi premium dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan merek global.

Pada kuartal I-2026, FORE mencatat pertumbuhan same-store sales growth (SSSG) hingga double digit, yang menunjukkan permintaan pasar masih sangat kuat.

"Meskipun kondisi makroekonomi cukup dinamis sepanjang tahun lalu, pertumbuhan penjualan kami tetap positif," imbuh Fahmi.

Tekanan Biaya dan Strategi Mitigasi

Di sisi lain, FORE juga mewaspadai tekanan biaya dari kenaikan harga bahan bakar dan bahan baku plastik akibat dinamika global, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz.

Direktur Utama FORE, Vico Lomar, menegaskan bahwa perusahaan belum akan menaikkan harga produk pada 2026.

Vico menyebut perusahaan telah menerima beberapa usulan kenaikan harga dari vendor akibat lonjakan biaya bahan baku plastik.

Menurutnya, dampak terbesar berasal dari komponen plastik dalam operasional. Namun, FORE telah mengantisipasi risiko tersebut melalui kontrak jangka tahunan dengan pemasok untuk mengunci harga bahan baku tertentu sepanjang 2026.

 

“Hingga saat ini kami masih bisa memitigasi dampaknya melalui kontrak tersebut dan belum berencana menaikkan harga,” ujar Vico.

Capex Rp 250 Miliar untuk Ekspansi

Tahun ini, FORE mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 250 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 200 miliar dialokasikan untuk pengembangan Fore Coffee dan Rp 50 miliar untuk Fore Donut.

Dengan strategi tersebut, FORE optimistis dapat mencapai pertumbuhan pendapatan hingga 50% dan kenaikan laba bersih sebesar 70%.

Pada tiga bulan pertama 2026, FORE membukukan pendapatan sebesar Rp 444 miliar, tumbuh 52,4% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp 292 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih juga meningkat signifikan sebesar 60,5% yoy menjadi Rp 9,4 miliar dari sebelumnya Rp 5,9 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×