kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

GPPU: Pengaturan suplai baiknya dilakukan saat DOC


Senin, 14 April 2014 / 15:40 WIB
ILUSTRASI. Orangtua punya pilihan memberikan dompet digital atau uang tunai kepada anak./pho KONTAN/Carolus Agus waluyo/18/11/2020.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pengusaha pembibitan unggas berharap pemerintah lebih berhati-hati jika menerapkan pengaturan suplai bibit indukan ayam atau grand parent stock (GPS). Karena bisa menimbulkan risiko yang tinggi. Untuk itu pengusaha menyarankan agar pengaturan suplai dilakukan pada saat usia ayam masih bibit (day old chicken/DOC).

Krissantono, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) mengatakan, pemerintah harus hari-hati dalam mengatur suplai impor GPS. "Jangan sampai kekurangan, karena untuk memulihkannya dibutuhkan waktu hingga 1,5 tahun-2 tahun," ujar Krissantono, Senin (14/4).

Krissantono bilang agar risiko yang ditimbulkan tidak terlalu besar maka pengaturan suplai lebih aman bila dilakukan di tingkat final stok yakni DOC. Sebab kata dia, jika terjadi persoalan pada importasi GPS, perusahaan yang akan menanggung kerugian seluruhnya.

Mengutip data GPPU impor GPS tahun ini diperkirakan akan mencapai 725.000 ekor. Angka ini meningkat 11,53% dibanding kebutuhan GPS tahun 2013 yang diperkirakan mencapai 650.000 ekor. Proyeksi peningkatan impor tersebut dikarenakan permintaan daging ayam diprediksi bakal terus meningkat pada tahun 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×