kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Green SM Hadirkan Ojek Listrik di Jakarta, Bidik Peluang Mobilitas Jarak Pendek


Selasa, 03 November 2026 / 17:06 WIB
Green SM Hadirkan Ojek Listrik di Jakarta, Bidik Peluang Mobilitas Jarak Pendek
ILUSTRASI. Green SM (Green SM/Green SM )


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Green SM memperluas layanan transportasi berbasis kendaraan listrik melalui Green SM Bike di Jakarta. Perusahaan melihat kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan sebagai salah satu peluang pengembangan layanan ojek listrik, terutama untuk perjalanan jarak pendek yang terhubung dengan transportasi umum.

Global Chief Executive Officer Green SM, Pham Nhat Minh Hoang, mengatakan perusahaan ingin mendukung transisi transportasi ramah lingkungan di Indonesia dengan menghadirkan layanan kendaraan listrik yang lebih mudah diakses masyarakat.

“Green SM ingin menjadi mitra jangka panjang Indonesia dalam transisi hijau dan upaya mencapai target pengurangan emisi. Dengan menghadirkan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik yang berkualitas dan semakin dekat dengan masyarakat, kami berharap dapat mempermudah lebih banyak orang untuk memilih mobilitas yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Kebutuhan perjalanan jarak pendek menjadi salah satu celah pasar yang disasar layanan tersebut. Di kawasan perkotaan seperti Jakarta, perjalanan dari stasiun menuju kantor atau dari satu titik aktivitas ke titik lainnya kerap membutuhkan moda transportasi lanjutan.

Baca Juga: Weha Transportasi Indonesia (WEHA) Optimistis Target Bisnis Tercapai di Akhir 2026

Salah satu pengguna, Rina Kusumawati (29), misalnya, harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer dari Stasiun Manggarai menuju kantornya di kawasan Sudirman setelah menggunakan kereta komuter. Sebelumnya, ia kerap menghadapi waktu tunggu transportasi lanjutan dan kondisi lalu lintas yang membuat perjalanan pagi kurang nyaman.

Rina kemudian mencoba layanan Green SM Bike pada pekan pertama peluncurannya di Jakarta. Menurut dia, pengalaman menggunakan sepeda motor listrik tersebut memberikan perbedaan dari sisi kenyamanan perjalanan.

“Perjalanannya terasa lebih tenang karena tidak ada suara mesin yang bising. Saya juga bisa mendengar pengemudi menyapa dengan jelas. Helmnya bersih dan motornya terawat. Saya tiba di kantor lebih cepat dari perkiraan dan masih merasa segar untuk memulai pekerjaan,” ujarnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan Dewi Anggraini (36), pemilik usaha toko roti di kawasan Kebayoran Baru. Aktivitasnya yang mencakup mengantar anak ke sekolah, mengirimkan produk kepada pelanggan, hingga berbelanja bahan baku membuat kebutuhan transportasi menjadi bagian penting dari kegiatan sehari-hari.

“Saya membutuhkan transportasi yang cepat dan bisa diandalkan karena jadwal sehari-hari sangat padat. Awalnya, saya hanya ingin mencoba Green SM untuk satu perjalanan. Namun, pengemudinya datang tepat waktu, bersikap sopan, dan tarifnya jelas,” kata Dewi.

Pengalaman kedua pengguna tersebut menggambarkan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pilihan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis aplikasi. Selain waktu tempuh, aspek kenyamanan kendaraan, kebersihan, ketepatan layanan pengemudi, dan transparansi tarif turut menjadi pertimbangan.

Green SM mengoperasikan sepeda motor listrik dari VinFast untuk layanan Green SM Bike. Perusahaan juga menyebut pengemudi mendapatkan pelatihan profesional, sementara tarif perjalanan dapat dilihat melalui aplikasi sebelum pemesanan dilakukan.

Dari sisi operasional, penggunaan sepeda motor listrik menawarkan pengalaman berkendara dengan tingkat kebisingan lebih rendah serta tanpa emisi gas buang langsung dari knalpot. Hal ini menjadi salah satu aspek yang ditawarkan perusahaan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan sekaligus mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Potensi penggunaan kendaraan listrik juga berkaitan dengan besarnya aktivitas transportasi roda dua di Indonesia. Sepeda motor menjadi salah satu moda yang banyak digunakan masyarakat, termasuk untuk layanan transportasi berbasis aplikasi.

Dengan intensitas penggunaan kendaraan yang tinggi, elektrifikasi armada transportasi berpotensi menjadi salah satu upaya untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi.

Baca Juga: DPR Dorong Ekspor SDA Indonesia Langsung ke Negara Tujuan

Dalam materi yang disampaikan, studi Universitas Gadjah Mada mengenai dampak lingkungan layanan ojek daring di Yogyakarta menunjukkan bahwa penggunaan sepeda motor listrik berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 35%–40% dibandingkan sepeda motor berbahan bakar bensin. Perhitungan tersebut menggunakan pendekatan analisis daur hidup kendaraan, mulai dari penyediaan energi hingga pengoperasian.

Meski demikian, besarnya dampak lingkungan dari kendaraan listrik tetap dipengaruhi sumber energi dan kondisi operasional kendaraan. Karena itu, peralihan armada transportasi ke kendaraan listrik juga perlu didukung oleh ekosistem yang memadai.

Green SM menyatakan peluncuran layanan sepeda motor listrik di Indonesia merupakan bagian dari perluasan kampanye Green Your Move, Refresh Your City. Perusahaan juga mengembangkan ekosistem layanan yang mencakup mobil dan sepeda motor listrik untuk menjangkau beragam kebutuhan perjalanan masyarakat.

Melalui kampanye Sat Set Lebih Hijau, Green SM berupaya memperkenalkan layanan Green SM Bike sebagai alternatif transportasi untuk aktivitas harian. Perusahaan berharap kehadiran layanan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap mobilitas berbasis kendaraan listrik sekaligus membuka peluang penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan di kawasan perkotaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×