kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Asli Pertalite di Atas Rp 10.000, Pertamina Masih Jaga Harga di Level Saat Ini


Rabu, 06 Mei 2026 / 15:58 WIB
Harga Asli Pertalite di Atas Rp 10.000, Pertamina Masih Jaga Harga di Level Saat Ini
ILUSTRASI. Harga BBM (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah gejolak geopolitik global yang memicu fluktuasi harga minyak mentah dunia, PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite masih dipatok Rp 10.000 per liter. Padahal, harga keekonomian produk RON 90 tersebut sejatinya sudah melampaui harga jual saat ini.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengungkapkan, masyarakat sebenarnya bisa melihat langsung perbandingan harga subsidi dengan harga aslinya melalui bukti transaksi di lapangan. 

Hal ini menjadi gambaran besarnya beban subsidi yang ditanggung pemerintah untuk menjaga daya beli.

"Nah ini menarik. Coba beli Pertalite di SPBU, di struk pembelian sudah ada dituliskan berapa harga Pertalite," ujarnya kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga: Ditopang Mobilitas Lebaran, Pendapatan Blue Bird (BIRD) Naik 11,6% di Kuartal I-2026

Tak hanya Pertalite, Pertamina juga terpantau masih menahan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax. Roberth menjelaskan bahwa penentuan harga Pertamax tetap melalui proses peninjauan berkala dengan mempertimbangkan berbagai variabel pasar dan kebijakan pemerintah.

"Kalau harga Pertamax saat ini terus dalam tahap evaluasi, bersama dengan Pemerintah, karena banyak faktor yang mempengaruhi, seperti yang saya sampaikan sebelumnya," terangnya.

Lebih lanjut, Roberth menambahkan, sebagai komoditas non-subsidi, harga Pertamax sangat dinamis dan harus mempertimbangkan posisi kompetitor di pasar.

"Di satu sisi Pertamax adalah komoditi Non Subsidi yang harganya juga berpengaruh mengikuti persaingan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×