kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Harga pasaran properti turun 10%-15%


Rabu, 26 Agustus 2015 / 14:08 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kelesuan ekonomi mulai berimbas pada penurunan daya beli konsumen. Kondisi ini turut dirasakan pelaku industri properti.

Daniel Handojo, Associate Executive Director PT Sagotra Usaha atau Century 21 Indonesia mengatakan, harga pasaran properti di kawasan central business district (CBD) terjadi penurunan meskipun pengembang (developer) belum memangkas harga.

“Di kalangan konsumen harga properti turun 10%-15%,” katanya, Rabu (26/8). Saat ini, harga properti baru untuk apartemen atau rumah di kawasan CDB senilai Rp 50 juta-Rp 60 juta per meter persegi. Dengan asumsi harga pasaran turun 10%-15%, maka kesanggupan konsumen membeli properti senilai Rp 43 juta-Rp 51 juta per meter persegi.

Lanjutnya, faktor penyebab penurunan harga pasaran properti ini karena daya beli konsumsi yang rendah akibat pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), aturan pajak rumah mewah, serta harga rumah yang belum turun di tengah ekonomi yang melambat ini. “Konsumen cenderung menahan untuk membeli properti,” tambahnya.

Daniel mengklaim, ini adalah waktu yang tepat bagi konsumen end user yang ingin memiliki properti untuk tempat tinggal, karena fluktuasi kenaikan harga rumah tidak signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan, konsumen yang membeli rumah untuk investasi cenderung menurun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×