kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,23   6,87   0.74%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hingga Februari 2020, ekspor minyak sawit (CPO) turun 20%


Rabu, 22 April 2020 / 10:15 WIB
Hingga Februari 2020, ekspor minyak sawit (CPO) turun 20%
ILUSTRASI. Hingga Februari 2020, ekspor minyak sawit turun 20%. KONTAN/Baihaki


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, pada Januari- Februari 2020 ekspor minyak sawit (CPO) dan turunannya menurun sekitar 20% menjadi 4,93 juta ton dari sebelumnya sekitar 6,13 juta ton.

Gapki mencatat, penurunan ekspor minyak sawit terjadi ke China, di mana pada Januari-Februari terdapat penurunan ekspor lebih dari 500.000 ton dari periode yang sama dengan tahun lalu, ke Afrika 250.000 ton, dan ke India turun 188.000 ton.

"Penurunan ekspor ke China sangat mungkin disebabkan oleh outbreak covid-19. Sementara penurunan di Afrika mungkin disebabkan oleh harga yang tinggi. Sedangkan penurunan di India diperkirakan karena adanya keraguan importir untuk membuat kontrak pembelian untuk pengiriman Februari karena adanya rencana penetapan kuota impor minyak olahan kelapa sawit oleh pemerintah India," ujar Direktur Eksekutif Gapki dalam keterangan tertulis, Selasa (22/4).

Baca Juga: Penurunan harga CPO tekan pendapatan dan laba bersih Mahkota Group (MGRO) di 2019

Bila melihat ekspor CPO dan turunannya secara bulanan, pada Februari ekspor CPO menurun sekitar 6% menjadi 2,53 juta ton dari Januari yang sebesar 2,39 juta ton.

Meski ekspor mengalami penurunan, tetapi konsumsi dalam negeri justru mengalami kenaikan. Pada Januari-Februari 2020, konsumsi minyak sawit dan turunannya di dalam negeri naik sekitar 4% menjadi 3 juta ton dari periode sebelumnya yang sebesar 2,88 juta ton.

Secara bulanan, konsumsi minyak sawit dan turunannya di dalam negeri tercatat meningkat 3,87% menjadi 1,52 juta ton dari sebelumnya 1,47 juta ton.

Kenaikan yang besar terjadi pada biodiesel yakni sekitar 12% menjadi 652.000 ton di Februari, sedangkan untuk produk pangan turun 1,8% menjadi 786.000 ton.

Baca Juga: Pandemi corona berpotensi tekan profil utang, simak tanggapan emiten CPO

"Konsumsi dalam negeri 2-3 bulan menjelang Lebaran biasanya naik karena industri minyak goreng, margarin, biskuit dan lain-lain mulai memproduksi ekstra untuk persiapan menghadapi puasa dan lebaran. Berdasarkan stok yang tersedia di akhir Februari, pasokan minyak sawit untuk kebutuhan puasa dan lebaran akan cukup tersedia," terang Mukti.

Sementara, produksi minyak sawit, baik CPO dan palm kernel oil (PKO) di Februari pun mengalami penurunan 5,28% menjadi 3,6 juta ton dari Januari yang sebesar 3,8 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×