kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Hiswana Migas Tolak Diskriminasi SPBU


Senin, 19 Juli 2010 / 17:20 WIB
Hiswana Migas Tolak Diskriminasi SPBU


Reporter: Fitri Nur Arifenie |


JAKARTA. Himpunan Pengusaha Swasta (Hiswana Migas) menolak adanya pemberlakuan yang berbeda terhadap SPBU.

Menurut Ketua Umum Hiswana Migas, Erry Purnomo Hadi, kebijakan pemerintah untuk meniadakan penjualan premium dan solar di kawasan SPBU elite harus dikaji ulang lagi. "Itu namanya diskriminasi SPBU, ada yang boleh jual premium ada yang boleh tidak; padahal pengusaha mau membuka SPBU karena adanya premium itu," kata Erry Purnomo Hadi kepada KONTAN, Senin (19/7).

Erry menegaskan, bila kriteria tersebut diterapkan, definisinya harus diperjelas terlebih dahulu. Misalnya, apa itu SPBU kota dan apa itu SPBU pinggiran. "Misalnya Pondok Indah apakah itu kota, atau Cinere apakah itu kota," kata Erry.

Dengan adanya diskriminasi tersebut, maka akan terjadi penumpukan pembelian di wilayah yang menjual premium. Ia mencontohkan, SPBU Pondok Indah termasuk SPBU elite sehingga tidak menyediakan premium. Yang pasti, masyarakat akan lebih untuk memilih melakukan pengisian bensin di SPBU Radio Dalam yang notabene adalah SPBU pinggiran.

"Sebetulnya susah membedakan itu elite atau tidak. Bagaimana dengan Ggatot Subroto, kawasan elite bagaimana itu. Sebaiknya jangan SPBU-nya yang dibatasi, tetapi pembelinya. Soalnya, SPBU itu hanya alat," kata Erry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×