kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dominasi Mobil Jepang di Industri Otomotif RI Mulai Digoyang China


Kamis, 07 Mei 2026 / 17:48 WIB
Dominasi Mobil Jepang di Industri Otomotif RI Mulai Digoyang China
ILUSTRASI. Merek mobil Jepang kini di bawah tekanan! Produsen China merebut 15% pangsa pasar, bagaimana nasib dominasi lama? (Dok/Jetour Motor)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peta persaingan industri otomotif Indonesia mulai mengalami perubahan signifikan. Dominasi merek Jepang yang selama ini kuat kini perlahan mendapat tekanan dari produsen asal China yang kian agresif, terutama di segmen kendaraan listrik.

Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menilai pergeseran tersebut sudah terlihat jelas dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya rasa masyarakat yang bisa melihat ya, shifting atau share mobil dari Jepang ke China ini sekarang meningkat cukup tajam,” ujar Tan di Jakarta (5/5/2026).

Bahkan, menurutnya, pangsa pasar mobil asal Tiongkok sudah mencapai level yang cukup signifikan pada tahun lalu.

Baca Juga: Aktivitas Ramai, Laba Garuda Maintenance (GMFI) Melonjak 78% di Kuartal I 2026

“Jadi sampai tahun lalu share mobil China ini menurut saya sudah 15 persen. Di Indonesia 15 persen. Iya, jadi itu relatif cukup besar atau cukup tinggi,” kata dia.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai terbuka terhadap merek-merek baru, khususnya yang menawarkan teknologi dan harga kompetitif.

Kehadiran mobil listrik dengan banderol lebih terjangkau dari pabrikan China menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perubahan ini.

Di sisi lain, penjualan mobil tahun 2025, secara wholesales tercatat sekitar 803.000 unit, turun sekitar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan ini dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat serta ketidakstabilan ekonomi. Meski demikian, merek Jepang seperti Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi Motors masih mempertahankan dominasi di papan atas.

Baca Juga: PepsiCo Indonesia Maksimalkan Ajang Piala Dunia 2026 untuk Promosi Lay’s

Namun, tekanan dari pemain baru semakin terasa. Beberapa merek asal Tiongkok mulai mencuri perhatian dengan performa penjualan yang kuat.

BYD misalnya, berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan, sementara VinFast juga mulai masuk dalam jajaran merek terlaris di Indonesia.

Masuknya berbagai model mobil listrik yang lebih terjangkau dari China menjadi game changer dalam industri otomotif.

Kombinasi harga kompetitif, fitur canggih, serta dukungan terhadap tren elektrifikasi membuat produk-produk tersebut semakin diminati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×