kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.982   70,00   0,39%
  • IDX 6.020   -51,09   -0,84%
  • KOMPAS100 775   -9,52   -1,21%
  • LQ45 594   -7,66   -1,27%
  • ISSI 209   -1,79   -0,85%
  • IDX30 329   -4,10   -1,23%
  • IDXHIDIV20 420   -4,81   -1,13%
  • IDX80 89   -1,09   -1,22%
  • IDXV30 114   -0,84   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,05   -0,97%

IEU-CEPA Buka Peluang Investasi, Apindo: Pengusaha Perlu Siapkan Standar Produk


Kamis, 01 Oktober 2026 / 13:39 WIB
IEU-CEPA Buka Peluang Investasi, Apindo: Pengusaha Perlu Siapkan Standar Produk
ILUSTRASI. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), berpotensi mendorong peningkatan ekspor sekaligus menarik investasi dari negara-negara Uni Eropa ke Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, manfaat IEU-CEPA tidak hanya terbatas pada perluasan akses pasar, tetapi juga mencakup peningkatan kerja sama investasi dan kapasitas industri.

Menurut Shinta, Uni Eropa merupakan pasar yang besar sekaligus mitra strategis bagi Indonesia. Kerja sama melalui IEU-CEPA juga membuka peluang bagi masuknya investasi dan teknologi yang dibutuhkan industri dalam negeri.

Baca Juga: Pelaku Industri Minta Harga LNG Non HGBT Tetap US$ 13 per MMBTU untuk 2027

“IEU-CEPA ini bisa menjadi game changer dalam peningkatan kerja sama. Perjanjian ini tidak hanya terkait akses pasar dan peningkatan ekspor, tetapi juga bisa mendorong lebih banyak investasi dari negara-negara Uni Eropa ke Indonesia,” ujar Shinta saat ditemui Kontan, Kamis (1/10/2026).

Meski demikian, Shinta mengingatkan bahwa pelaku usaha perlu mempersiapkan diri untuk memenuhi standar produk yang berlaku di pasar Uni Eropa. Kesiapan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memanfaatkan peluang dari perjanjian dagang tersebut.

Ia menilai, dukungan berupa sosialisasi, edukasi, dan instrumen pendukung diperlukan agar pelaku usaha dapat memahami ketentuan serta meningkatkan kesiapan memasuki pasar Eropa.

“Potensi kerja sama ini besar, tetapi tentu ada tantangan yang harus dipersiapkan, terutama terkait standar. Karena itu, yang paling penting adalah sosialisasi, edukasi, dan instrumen pendukung agar para pelaku usaha siap memanfaatkan peluang ini,” katanya.

Baca Juga: Ratu Prabu Energi (ARTI) Balik Rugi Jadi Laba Rp3,15 Miliar pada Semester I-2026

Shinta turut menanggapi proyeksi pemerintah terhadap potensi peningkatan ekspor Indonesia ke Uni Eropa sekitar 30,7%. Menurutnya, target tersebut perlu disikapi secara optimistis dengan tetap memperhatikan kesiapan dan tantangan yang dihadapi dunia usaha.

Ia menambahkan, IEU-CEPA merupakan perjanjian kemitraan yang mencakup berbagai aspek kerja sama ekonomi, kendati manfaatnya bukan hanya diukur dari peningkatan perdagangan, melainkan dari peluang investasi dan penguatan kapasitas industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×