Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) masih mencermati badan khusus ekspor komoditas strategis, termasuk batu bara yang dibetuk oleh pemerintah. Emiten pertambangan batubara ini mengaku belum mempelajari secara rinci skema kebijakan tersebut dan akan mencari langkah terbaik bagi perusahaan.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang tata kelola ekspor komoditas SDA mulai Juni 2026.
Melalui aturan tersebut, penjualan ekspor sejumlah komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, hingga paduan besi dan ferro alloy wajib dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal.
Baca Juga: Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas KKKS pada Tahun 2026
Direktur Utama PT Mitrabara Adiperdana Tbk Khoirudin mengatakan, manajemen baru mendengar rencana pembentukan badan ekspor tersebut. Namun hingga saat ini perusahaan belum memperoleh detail kebijakan yang akan diterapkan pemerintah.
“Untuk badan ekspor ya kami mendengar itu, tapi jujur karena kami ada RUPS dari pagi kami belum mendapatkan update-nya seperti apa,” ujar Khoirudin dalam Paparan Publik di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, Mitrabara akan terlebih dahulu mencermati keputusan pemerintah sebelum menentukan langkah lanjutan yang akan diambil perseroan.
“Tentu ini akan menjadi hal yang perlu kami cermati yang kemudian kami berusaha untuk melakukan hal yang terbaik untuk perusahaan tentunya,” katanya.
Khoirudin menambahkan, perusahaan belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh lantaran detail kebijakan badan ekspor komoditas strategis tersebut masih belum dipelajari secara menyeluruh oleh manajemen perusahaan.
Di tengah ketidakpastian kebijakan ekspor, Mitrabara tetap menargetkan penjualan batubara sebesar 1,45 juta ton pada 2026 dengan produksi sebesar 1,05 juta ton.
Perusahaan juga terus mencari peluang tambang baru melalui skema akuisisi maupun kerja sama untuk menjaga keberlanjutan bisnis pertambangan.
Baca Juga: Cadangan Batubara Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara (MBAP) Siap Akuisisi Tambang Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













