kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Indonesian Paradise (INPP) Andalkan Segmen Hospitality Jadi Penopang Bisnis 2026


Senin, 06 April 2026 / 14:45 WIB
Indonesian Paradise (INPP) Andalkan Segmen Hospitality Jadi Penopang Bisnis 2026
ILUSTRASI. Indonesian Paradise Property (INPP) Maksimalkan Momentum Lebaran untuk Dongkrak Kinerja Segmen Hospi (Dok/PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) )


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) optimistis segmen hospitality tetap memiliki prospek menjanjikan pada 2026. Hal ini sejalan dengan berlanjutnya pemulihan sektor pariwisata dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Presiden Direktur INPP, Anthony Prabowo Susilo, menyampaikan kinerja bisnis perhotelan perusahaan diproyeksikan tetap solid meski dihadapkan pada sejumlah tantangan global, termasuk ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang berpotensi memicu volatilitas harga energi dan berdampak pada biaya operasional maupun daya beli masyarakat.

“Prospek bisnis hospitality pada 2026 diperkirakan tetap positif seiring dengan tren pemulihan sektor pariwisata dan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat,” ujar Anthony kepada Kontan, pekan lalu. 

Baca Juga: Jasa Marga Catat Arus Kendaraan Saat Libur Paskah Naik 9,7%, Arah Timur Dominan

Anthony menambahkan, demi menjaga pertumbuhan bisnis ke depan, perusahaan ini akan tetap menjalankan strategi bisnis dengan fokus pada efisiensi dan optimalisasi pricing.

Untuk diketahui, segmen perhotelan menjadi salah satu penopang utama pendapatan INPP. Berdasarkan laporan keuangan 2025, kontribusi segmen ini mencapai 36% atau sebesar Rp627,41 miliar dari total pendapatan Rp1,74 triliun.

Menurut dia, pencapaian segmen ini pada 2025 menjadi sinyal positif bagi Paradise Indonesia untuk menjaga momentum pertumbuhan di sepanjang tahun. 

Optimisme tersebut turut didukung oleh pengembangan properti mixed-use, sehingga diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja sewa dan recurring income. 

Di sisi lain, INPP juga melihat kinerja operasional hotel tetap terjaga dengan baik selama periode Ramadan-Lebaran 2026. Secara historis, tingkat okupansi pada periode tersebut memang cenderung meningkat.

“Untuk tahun ini, perusahaan melihat permintaan yang relatif stabil dan tingkat okupansi dapat terjaga dengan baik seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat selama periode liburan,” katanya.

Dari sisi destinasi, properti di Bali masih menjadi kontributor utama selama musim liburan. Di mana, Kompleks Sahid Kuta Lifestyle Resort di Bali masih menjadi properti perhotelan Paradise Indonesia dengan tingkat okupansi tertinggi.

Untuk memaksimalkan momentum libur Lebaran, INPP juga mengandalkan strategi pemasaran dan program promosi yang disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan.

Baca Juga: Harga Plastik Naik, Harga Barang di Pasar Berpotensi Melonjak

Selain itu, INPP juga mengoptimalkan operasional setiap properti untuk mendorong pertumbuhan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×