CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Industri manufaktur atur ulang alokasi capex tahun ini akibat wabah virus corona


Jumat, 15 Mei 2020 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membongkar muatan semen untuk dikirim antar pulau di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/07/07/2017.


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akibat wabah virus corona (Covid-19), beberapa perusahaan harus mengatur ulang belanja modal alias capex nya di tahun ini. Perlambatan ekonomi menyebabkan pelaku industri cenderung berhati-hati dalam mengalokasikan anggarannya.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) misalnya telah mengubah rencana besaran capex untuk tahun ini, dari yang semula Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,1 triliun saja. Antonius Marcos, Sekretaris Perusahaan INTP menegaskan bahwa hal tersebut tidak termasuk pengurangan anggaran.

Baca Juga: Ditjen Pajak bidik Wajib Pajak Badan yang cepat pulih di 2021, seperti apa?

"Tidak ada capex project yang kami drop, tapi kami hanya menunda beberapa alokasi realisasi project ke tahun 2021 dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi akibat covid-19 ini," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Jumat (15/5).

Proyek yang tertunda proses perampungannya tersebut ialah ini fasilitas Refused Derived Fuel (RDF) atau pengolahan sampah menjadi bahan bakar di pabrik Citeureup, Jawa Barat. Antonius menekankan bahwa proyek tersebut tetap berjalan mengikuti progres pembangunan fasilitas proyek pengolahan sampah di Nambo.

Sementara dana capex akan dialokasikan untuk beberapa proyek yang seperti penyelesaian proyek tambang batu di Pamoyanan, Bogor dan instalasi bag filter di beberapa pabrik milik INTP. untuk merelokasi salah satu terminal apungnya. Serta relokasi terminal apung yang terletak di Samarinda, Kalimantan Timur ke Konawe, Sulawesi Tenggara.

Adapun dari sisi produksi, Antonius mengaku tidak banyak perubahan. "Sejak awal tahun dimulainya pandemi pun, kami telah melakukan efisiensi signifikan di operasional fixed cost. Kami juga fokus penjualan di market pangsa utama kami dan juga optimalisasi volume delivery di terminal-terminal semen kami," katanya.

Baca Juga: Ini 4 fokus kebijakan pada asumsi belanja kementerian/lembaga pada tahun 2021




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×