kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Infrastruktur untuk smart city di daerah minim


Kamis, 02 November 2017 / 21:10 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa daerah di Indonesia dinilai belum memiliki kesiapan yang cukup dalam hal infrastruktur untuk menerapkan sistem Internet of Things (IoT).

DPP Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (Asisindo) Fanky Christian pun mengamini hal tersebut. Menurutnya, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh setiap daerah yang ingin mengembangkan konsep smart city lebih benar. Pertama, pemerintah daerah harus menyiapkan infrastruktur teknologi informasi.

Selanjutnya, kata Franky, setiap daerah bisa membuat semacam data center atau command center. "Fase kita ke depan lebih memanfaatkan data, kemudian melakukan kontrol ke publik, karena ada informasi yang bisa disharingkan ke publik," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/11).

Setelah semua itu siap, langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah melakukan publikasi terhadap hasil analisis yang sudah dilakukan. Menurut Franky, sistem IoT di Indonesia dimulai dari CCTV dan sensor yang saat ini banyak dipakai di pabrik-pabrik. "Mereka pakai untuk dapat data lebih lengkap dan akurat. Kata kuncinya sensor," tandasnya.

Tantangan pertama yang akan dihadapi oleh pemerintah daerah adalah pemasangan alat sensor atau CCTV di banyak titik dalam satu kota. "Itu yang kita lihat dari waktu ke waktu makin banyak," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×