kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Infrastruktur untuk smart city di daerah minim


Kamis, 02 November 2017 / 21:10 WIB
Infrastruktur untuk smart city di daerah minim


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa daerah di Indonesia dinilai belum memiliki kesiapan yang cukup dalam hal infrastruktur untuk menerapkan sistem Internet of Things (IoT).

DPP Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (Asisindo) Fanky Christian pun mengamini hal tersebut. Menurutnya, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh setiap daerah yang ingin mengembangkan konsep smart city lebih benar. Pertama, pemerintah daerah harus menyiapkan infrastruktur teknologi informasi.

Selanjutnya, kata Franky, setiap daerah bisa membuat semacam data center atau command center. "Fase kita ke depan lebih memanfaatkan data, kemudian melakukan kontrol ke publik, karena ada informasi yang bisa disharingkan ke publik," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/11).

Setelah semua itu siap, langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah melakukan publikasi terhadap hasil analisis yang sudah dilakukan. Menurut Franky, sistem IoT di Indonesia dimulai dari CCTV dan sensor yang saat ini banyak dipakai di pabrik-pabrik. "Mereka pakai untuk dapat data lebih lengkap dan akurat. Kata kuncinya sensor," tandasnya.

Tantangan pertama yang akan dihadapi oleh pemerintah daerah adalah pemasangan alat sensor atau CCTV di banyak titik dalam satu kota. "Itu yang kita lihat dari waktu ke waktu makin banyak," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×