kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini strategi agen pemegang merek untuk mendorong penjualan low MPV


Selasa, 04 Februari 2020 / 16:52 WIB
Ini strategi agen pemegang merek untuk mendorong penjualan low MPV
Peluncuran Grand New Xenia di Serpong, Tangerang, Selasa (15/1).

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar mobil segmen low multi purpose vehicle (LMPV) masih tetap ramai dan ketat. Tak heran para agen pemegang merek (APM) berlomba-lomba memenangkan pasar tersebut.

Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan berbagai program dilakukan Daihatsu untuk menarik perhatian pelanggan. Salah satu yang digemari ialah pemberian potongan harga maupun uang muka (down payment/DP) yang terjangkau.

"Diskon, DP rendah dan cicilan ringan adalah program yang sangat penting," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selaaa (4/2). Maklum, mobil LMPV punya pasar besar di Indonesia dan biasanya dipilih oleh banyak pengguna dengan berbagai latar belakang sosial-ekonomi.

Baca Juga: Meski permintaan turun, pasar low MPV tahun ini diramal masih gemuk

Amelia menyadari bahwa mobil seven seater ini masih menjadi pilihan utama bagi pelanggan dengan keluarga yang banyak di Indonesia. Tahun lalu, Daihatsu lewat segmen LMPV yakni Xenia menuai volume penjualan 21.674 unit.

Jumlah tersebut meraup porsi 9,4% dari penjualan segmen mobil LMPV tahun lalu yang tercatat sebanyak 228.327 unit. Untuk tahun ini, Amelia bilang pihaknya membidik penjualan Xenia mencapai 2.000 unit setiap bulan atau sebanyak 24.000 unit dalam setahun.

Terkait potensi produk baru di LMPV, Daihatsu mengaku belum ada rencana sebab penyegaran merek Xenia telah dilakukan di tahun lalu.

Sementara itu Yusak Billy, Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) mengaku untuk menarik hati pelanggan, maka product refreshment tetap jadi strategi yang efektif di pasar LMPV.

"Di samping kami terus meningkatkan kualitas pelayanan pejualan dan purna jual," sebutnya, Selasa (4/2). Honda yang memiliki line up LMPV yakni Mobilio ini tengah mengkaji kemungkinan penyegaran produk lantaran tengah mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan konsumen.

Bicara target, HPM untuk LMPV tahun ini paling cenderung konservatif. Yusak mengatakan, pihaknya berusaha mempertahankan market share LMPV di kisaran 7,3% dari market segmen tersebut.

Baca Juga: Pilihan mobil bekas Rp 150 jutaan, bisa dapat Alphard sampai Mercy




TERBARU

Close [X]
×